Korea Utara akan membangun kembali resor wisata andalannya

·Bacaan 2 menit

Seoul (AFP) - Pyongyang berencana membangun kembali kompleks wisata Gunung Kumgang andalannya menjadi resor internasional, setahun setelah pemimpin Kim Jong Un memerintahkan bangunan-bangunan buatan Korea Selatan di sana dihancurkan, lapor media pemerintah Minggu.

Resor yang pernah menjadi simbol penting kerja sama ekonomi antar-Korea itu dibangun oleh Hyundai Asan dari Korea Selatan di salah satu gunung paling indah di Utara tersebut menarik ratusan ribu pengunjung dari Selatan.

Tapi tahun lalu Kim mengutuk pembangunan dengan Selatan sebagai merusak pemandangan dan menggambarkan fasilitas di sana sebagai "lusuh" dan dibangun seperti "tenda darurat di daerah yang dilanda bencana atau bangsal isolasi", kemudian memerintahkan pemusnahannya.

Pada Minggu, Kantor Berita resmi KCNA melaporkan bahwa Kim Tok Hun, perdana menteri Korea Utara, menekankan "perlunya membangun kawasan wisata dengan cara kita sendiri" untuk mengubahnya menjadi "resor budaya yang membuat iri seluruh dunia", selama kunjungannya ke daerah tersebut.

Dia juga menyerukan terus berlanjutnya mengubah daerah itu menjadi resor "turis internasional yang modern dan mencakup semua," tambahnya.

Kompleks Gunung Kumgang pernah menjadi salah satu dari dua proyek antar-Korea terbesar, bersama dengan Kompleks Industri Kaesong yang sekarang sudah ditutup di mana perusahaan-perusahaan Selatan mempekerjakan pekerja Korea Utara sambil membayar Pyongyang untuk layanan mereka.

Namun turnya tiba-tiba berakhir pada 2008 setelah seorang tentara Korea Utara menembak mati seorang turis dari Selatan yang menyimpang dari jalur yang disetujui, dan Seoul menangguhkan perjalanan.

Korut yang terisolir telah lama ingin melanjutkan kunjungan yang menguntungkan itu, tetapi mereka sekarang akan melanggar sanksi internasional yang dikenakan pada Pyongyang atas program senjata nuklir dan balistiknya - meskipun Presiden Korsel Moon Jae-in telah lama memperjuangkan keterlibatan dengan Pyongyang.

Pada Juni, Korea Utara meledakkan kantor penghubung dengan Korea Selatan di sisi perbatasannya yang dibiayai oleh Seoul dengan mengatakan tidak tertarik melakukan pembicaraan.

"Rezim Kim akan berjuang untuk menemukan sumber daya untuk membangun kembali Gunung Kumgang dan membutuhkan investasi dari luar, tetapi mengisyaratkan pihaknya akan merendahkan mitra dan pemangku kepentingan Korea Selatan," kata Leif-Eric Easley, profesor Universitas Ewha di Seoul.

"Dengan menahan harapan Seoul untuk keterlibatan berisiko, Kim menekan pemerintahan Moon untuk menemukan cara-cara mendapatkan kembali keuntungan finansial bagi Korea Utara."