Korea Utara Izinkan Penggunaan Senjata Nuklir untuk Serang Negara Lain

Merdeka.com - Merdeka.com - Korea Utara mengesahkan undang-undang baru yang mengizinkan penggunaan senjata nuklir untuk melakukan serangan yang bersifat preventif kepada kepada negara lain. Menurut media pemerintah Korea Utara, KCNA, UU baru yang disahkan Majelis Rakyat Tertinggi pada Kamis (8/9) ini tidak dapat diubah.

UU ini disahkan di tengah mandeknya pembicaraan denuklirisasi antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara.

KCNA melaporkan, UU baru itu memperbolehkan Korea Utara menggunakan senjata nuklirnya untuk menghancurkan kekuatan musuh ketika negara lain mengancam Korea Utara.

UU itu juga melarang pembagian teknologi nuklir Korea Utara kepada negara lain.

"Dengan UU itu, status negara kita sebagai negara senjata nuklir tidak dapat diubah," kata pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (9/9).

"Yang paling penting dari undang-undang kebijakan senjata nuklir adalah untuk menarik garis yang tidak dapat diperbaiki sehingga tidak ada tawar-menawar atas senjata nuklir kami," lanjut Kim.

Bagi beberapa pihak, pernyataan Kim Jong Un tidak itu tidak dilansari rasa percaya diri penuh.

"Meskipun membanggakan kemampuan senjata nuklirnya, dia tampaknya takut akan runtuhnya rezim dalam konflik dan bahkan serangan terdahulu AS atau Korea Selatan terhadap aset strategis Korea Utara." jelas Leif-Eric Easley, profesor studi internasional di Universitas Ewha Womans Seoul, Korea Selatan.

"Kekhawatiran ini akan lebih baik ditangani melalui diplomasi dan mengurangi isolasi diri, tetapi sebaliknya Pyongyang menyuarakan doktrin nuklir agresif yang tidak bertanggung jawab dan berisiko. Perilaku negara paria (tersingkir) seperti itu kemungkinan akan memperdalam dinamika perlombaan senjata di Asia karena negara-negara lain bertindak untuk melawan ancaman Korea Utara terhadap stabilitas," lanjutnya.

Sebelumnya, AS dan Korea Selatan telah berusaha menurunkan ketegangan dengan Korea Utara melalui pembicaraan dan bantuan ekonomi dengan syarat Korea Utara mau melepas senjata nuklirnya. Namun tawaran itu ditolak oleh Korea Utara.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]