Korea Utara: Kasus Demam Baru Bukan Covid, Tapi Influenza

Merdeka.com - Merdeka.com - Korea Utara menyampaikan pada Jumat (26/8), kasus baru demam yang terdeteksi awal pekan ini dinyatakan sebagai influenza, bukan Covid-19 seperti dugaan semula.

Sehari sebelumnya, media pemerintah KCNA melaporkan pihak berwenang memberlakukan lockdown di beberapa bagian Provinsi Ryanggang - yang berbatasan dengan China - setelah menemukan empat kasus "demam" baru di sana.

Dalam laporan kasusnya, Korea Utara menyebut "pasien demam", bukan "pasien Covid-19", yang diperkirakan karena kurangnya fasilitas tes Covid di negara tersebut.

"Semua kasus demam di Provinsi Ryanggang adalah kasus influenza," lapor KCNA, mengutip data dari markas besar pencegahan epidemi darurat, dilansir Al Arabiya, Jumat (26/8).

"Kasus demam sembuh dengan suhu normal," lanjutnya.

Sebelumnya pada Kamis, KCNA melaporkan ada kasus baru yang "dicurigai terinfeksi epidemi ganas" - hanya dua minggu setelah negara itu menyatakan kemenangan melawan Covid-19

Korea Utara mengonfirmasi wabah omicron di ibu kota Pyongyang pertama kali pada Mei lalu.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un - yang juga jatuh sakit selama wabah - mengumumkan kemenangan negaranya mengatasi wabah virus corona awal bulan ini dan memerintahkan pencabutan "sistem pencegahan epidemi darurat maksimum" negara itu karena kasus yang dilaporkan secara resmi turun menjadi nol.

Korea Utara mencatat hampir 4,8 juta kasus "demam" dan hanya 74 kematian dengan tingkat kematian resmi 0,002 persen.

WHO sejak lama mempertanyakan data statistik Covid-19 di Pyongyang termasuk klaimnya yang telah berhasil mengendalikan wabah.

Korea Utara memiliki salah satu sistem perawatan kesehatan terburuk di dunia, dengan rumah sakit yang tidak lengkap, unit perawatan intensif (ICU) yang terbatas dan tidak ada persediaan obat Covid-19 di negara tersebut.

Reporter Magang: Gracia Irene [pan]