Korea Utara Kembangkan Alat Tes PCR COVID-19 Sendiri, Klaim Memenuhi Standar

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Pyongyang - Korea Utara telah mengembangkan peralatan reaksi berantai polimerase (PCR) sendiri untuk melakukan tes COVID-19, media pemerintah mengatakan pada Senin (23/8), ketika negara itu meningkatkan upaya untuk mencegah jenis virus baru yang lebih menular.

Mengutip Channel News Asia, Senin (23/8/2021), negara yang terisolasi itu belum mengkonfirmasi kasus Virus Corona COVID-19 apapun, tetapi telah menutup perbatasan, membatasi perjalanan dan memberlakukan tindakan pencegahan yang ketat.

Pihaknya melihat pandemi COVID-19 sebagai masalah kelangsungan hidup nasional.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap virus, para ilmuwan dan teknisi di Akademi Ilmu Pengetahuan Negara telah mengembangkan sistem PCR yang memenuhi standar global untuk pertama kalinya, menurut laporan Rodong Sinmun, surat kabar Partai Buruh yang berkuasa.

Peralatan tersebut diperkenalkan sebagai salah satu pencapaian baru-baru ini yang dibuat di bawah dorongan pemimpin Kim Jong-un untuk melokalisasi mesin, peralatan dan bahan di tengah sanksi internasional dan penutupan perbatasan yang secara tajam mengurangi perdagangan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tes PCR

Petugas menyemprotkan cairan hand sanitizer kepada mahasiswa sebagai upaya mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di Universitas Kedokteran Pyongyang, Rabu (22/4/2020). Korea Utara memberlakukan pembatasan ketat guna mengantisipasi penyebaran virus corona di negara tersebut. (KIM Won Jin/AFP)
Petugas menyemprotkan cairan hand sanitizer kepada mahasiswa sebagai upaya mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di Universitas Kedokteran Pyongyang, Rabu (22/4/2020). Korea Utara memberlakukan pembatasan ketat guna mengantisipasi penyebaran virus corona di negara tersebut. (KIM Won Jin/AFP)

Korea Utara telah menjalankan tes PCR sebagai metode diagnostik standar COVID-19 yang diakui secara internasional, tetapi menerima bantuan dari luar termasuk dari Organisasi Kesehatan Dunia.

Kantor berita resmi KCNA juga mengatakan bahwa Korea Utara meningkatkan pertempurannya melawan virus untuk menangkal varian Delta dan Lambda yang sangat menular yang menyebar di seluruh dunia.

"Rencana sedang dilakukan untuk menormalkan desinfeksi dan mencegah pergerakan orang yang tidak teratur di kantor dan tempat kerja, sementara edukasi dan kontrol sedang diintensifkan untuk memastikan semua orang mematuhi aturan termasuk mengenakan masker di ruang publik," kata KCNA.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel