Korea Utara konfirmasi uji coba kedua peluncuran roket ganda

Seoul, Korea Selatan (AP) - Korea Utara mengatakan pada Rabu bahwa pemimpin Kim Jong Un mengamati uji coba peluncuran roket ganda super besar, yang terbaru dalam serangkaian uji coba senjata yang dilakukan di tengah diplomasi yang terhenti mengenai program nuklir Korea Utara.

Uji coba peluncuran roket pada Selasa (10/9) dilakukan beberapa jam setelah Korea Utara mengatakan pihaknya bersedia untuk melanjutkan negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat pada akhir September. Saat menawarkan pembicaraan, Korea Utara masih memperingatkan kesepakatannya dengan AS dapat berakhir jika Washington gagal datang ke meja perundingan tanpa proposal baru yang dapat diterima.

Beberapa ahli mengatakan Korea Utara bertujuan untuk merebut konsesi dari Amerika Serikat setelah diplomasi mereka dilanjutkan.

Kantor Berita Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), mengatakan Kim disertai oleh pejabat tinggi militer dan Partai Buruh yang berkuasa, mengawasi dua putaran uji coba penembakan di tempat tak diungkapkan pada Selasa.

Itu adalah uji coba kedua yang diketahui dari peluncuran roket ganda super besar yang menurut Korea Utara diperlukan untuk mengatasi ancaman militer dari luar. Uji coba senjata pertama dilakukan pada 24 Agustus.

Uji coba pada Selasa memenuhi tujuannya dan memungkinkan pihak berwenang untuk memutuskan "orientasi tahap selanjutnya untuk melengkapi sistem senjata," kata KCNA. Kantor berita mengutip Kim yang mengatakan apa yang masih harus dilakukan adalah "menjalankan uji coba penembakan."

Uji coba senjata tersebut adalah putaran ke delapan peluncuran oleh Korea Utara sejak akhir Juli. Senjata lain yang diuji coba termasuk setidaknya tiga rudal jarak pendek dan sistem artileri roket yang baru dikembangkan yang menurut para ahli akan berpotensi memperluas kemampuannya untuk menyerang sasaran di seluruh Korea Selatan. Militer Korea Selatan mengatakan dua proyektil Korea Utara yang ditembakkan pada Selasa terbang sekitar 330 kilometer ke arah perairan di lepas pantai timur Korut.

Diplomasi yang dipimpin AS yang bertujuan melucuti senjata nuklir Korea Utara runtuh setelah pertemuan puncak kedua antara Kim dan Presiden Donald Trump di Vietnam pada Februari berakhir tanpa kesepakatan karena perselisihan tentang sanksi yang dipimpin AS di Korea Utara. Kim dan Trump bertemu lagi di desa perbatasan Korea pada akhir Juni dan setuju untuk melanjutkan pembicaraan.

Senjata Korea Utara yang diuji dalam beberapa pekan terakhir semuanya jarak pendek, dan negara itu masih menepati janjinya untuk tidak melakukan uji coba nuklir dan rudal jarak jauh. Ini menunjukkan bahwa Korea Utara berusaha untuk menjaga momentum untuk dialog dengan Amerika Serikat, kata para ahli.