Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Pertama di Tahun 2022, Korsel dan Jepang Geram

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Pyongyang - Korea Utara menembakkan sesuatu yang diyakini sebagai rudal balistik ke laut pada Rabu (5/1) kata Korea Selatan dan Jepang.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (5/1/2022) Korsel dan Jepang menyebut, ini adalah peluncuran rudal pertama oleh Pyongyang tahun 2022.

Dalam dekade sejak Kim Jong-un mengambil alih kekuasaan, Korea Utara telah mengalami kemajuan pesat dalam teknologi militernya dengan mengorbankan sanksi internasional.

Peluncuran senjata pertama negara bersenjata nuklir itu pada tahun 2022 mengikuti satu tahun uji coba senjata utama meskipun kesulitan ekonomi yang parah selama pandemi virus corona.

Militer Korea Selatan mengatakan, Korea Utara menembakkan apa yang "diduga sebagai rudal balistik" ke arah laut timur semenanjung itu sekitar pukul 08.10 pagi (waktu setempat).

Setelah pertemuan darurat, dewan keamanan nasional Korea Selatan "menyatakan keprihatinan atas peluncuran itu", menurut sebuah pernyataan oleh kantor presiden.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menggambarkannya sebagai "kemungkinan peluncuran rudal balistik".

"Sangat disesalkan bahwa Korea Utara terus meluncurkan rudal sejak tahun lalu," katanya kepada wartawan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Korut Ingin Perkuat Militernya

Foto tidak bertanggal yang disediakan pada 16 November 2021 ini memperlihatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memeriksa lokasi pembangunan proyek pengembangan Kota Samjiyon di Provinsi Ryanggang, Korea Utara. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Foto tidak bertanggal yang disediakan pada 16 November 2021 ini memperlihatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memeriksa lokasi pembangunan proyek pengembangan Kota Samjiyon di Provinsi Ryanggang, Korea Utara. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

Kishida mengatakan, pemerintah Jepang sedang menganalisis rincian, termasuk berapa banyak rudal yang mungkin telah diluncurkan.

"Belum ada laporan kerusakan pada pesawat dan kapal Jepang sejauh ini," kata juru bicara pemerintah Jepang Hirokazu Matsuno kepada wartawan.

"Kami melanjutkan analisis, tetapi jika mengambil orbit normal, diperkirakan akan menempuh jarak sekitar 500 km dan jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang."

Peluncuran itu menyusul pidato Kim pekan lalu di mana dia mengatakan Korea Utara akan terus membangun kemampuan militernya.

"Saya mengharapkan Korea Utara untuk terus menyempurnakan persenjataannya sebagai cara untuk meningkatkan posisi strategisnya pada saat perubahan politik di kawasan itu," Jean Lee, seorang rekan senior di Woodrow Wilson International Center yang berbasis di Washington, mengatakan kepada AFP.

Pada tahun 2021, Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil menguji jenis baru rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam, rudal jelajah jarak jauh, senjata yang diluncurkan dengan kereta api, dan apa yang digambarkan sebagai hulu ledak hipersonik.

Infografis Donald Trump dan Kim Jong-un

Infografis Donald Trump dan Kim Jong-un (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Donald Trump dan Kim Jong-un (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel