Korea Utara Sebut Dialog dengan AS Hanya Buang-Buang Waktu

·Bacaan 2 menit

VIVAKorea Utara tidak akan mempertimbangkan berhubungan apa pun dengan Amerika Serikat, kata Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Son Gwon, Rabu 23 Juni 2021. Dia menyebut dialog dengan AS hanya akan membuang waktu.

"Kami bahkan tidak mempertimbangkan kemungkinan kontak dengan AS, apalagi melakukannya, yang tidak akan membawa kami ke mana-mana, hanya menghabiskan waktu yang berharga," kata Ri dalam sebuah pernyataan yang disiarkan media pemerintah KCNA.

Dia membuat pernyataannya setelah utusan baru AS untuk Korea Utara mengatakan di Seoul pada Senin bahwa dia menantikan "tanggapan positif segera" tentang dialog dari Pyongyang.

Program senjata nuklir Korea Utara telah menjadi masalah yang sulit bagi Washington selama bertahun-tahun dan dalam upaya untuk mengubahnya, pemerintahan baru Presiden Joe Biden melakukan tinjauan ulang kebijakan dan mengatakan akan mencari cara yang "terukur dan praktis" untuk membujuk Pyongyang melakukan denuklirisasi.

Pada Selasa, saudara perempuan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Amerika Serikat tampaknya menafsirkan sinyal dari Korea Utara dengan "cara yang salah".

Kim Yo Jong, seorang pejabat senior di partai yang berkuasa di Korea Utara, menanggapi penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan, yang pada Minggu mengatakan dia melihat sebagai "sinyal menarik" pidato baru-baru ini oleh Kim Jong Un tentang persiapan untuk konfrontasi dan diplomasi dengan Amerika Serikat.

Menganalisis tanggapan-tanggapan itu, 38 North, sebuah proyek pemantauan Korea Utara yang berbasis di Washington, mengatakan bahwa Pyongyang memperjelas bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk pertemuan segera, "terutama dengan sesuatu yang lebih konkret dari Washington ketimbang pengulangan formulasi kebijakan yang tidak jelas."

Namun, dikatakan bahwa pernyataan itu disusun dengan hati-hati untuk tidak mengatakan "tidak" pada gagasan dialog secara umum, melainkan sebagai tanggapan terhadap reaksi "suam-suam kuku" pemerintahan Biden terhadap Kim Jong Un.

Menurut 38 North, menteri luar negeri Korut menolak kontak "tidak berarti", "tetapi implikasinya, pembicaraan yang lebih substantif masih mungkin dilakukan."

Dikatakan juga mungkin Korea Utara mengajukan keberatan untuk mengulur waktu sampai siap, mengingat pembatasan COVID-19 masih berlaku dan kontak diplomatik tatap muka tidak dimungkinkan. (Ant/Antara)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel