Korea Utara terus hina 'orang tua yang tidak menentu", Trump

Seoul (Reuters) - Seorang pejabat Korea Utara pada Senin (9/12) menyebut Donald Trump sebagai "orang tua yang tidak menentu dan lalai", dan melanjutkan penghinaan terhadap presiden AS tersebut yang telah disisihkan selama pencairan.

Penghinaan baru tersebut dilontarkan sehari setelah Pyongyang mengumumkan uji- coba "sangat penting satu alat yang tidak dijelaskan. Citra satelit pada Senin menunjukkan itu mungkin adalah mesin roket, petunjuk mengenai rencana masa depan yang mungkin dilakukan jika Pyongyang melaksanakan ancaman guna mengumumkan pembicaraan perlucutan senjata gagal pada akhir tahun.

Pernyataan tersebut yang disiarkan oleh kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, dan dikeluarkan oleh Kim Yong Choi --Wakil Ketua Partai yang berkuasa yang menjadi alat dalam mengatur pertemuan puncak kedua yang gagal pada Februari, adalah yang paling keras dalam perang kata-kata yang telah dihidupkan kembali dalam beberapa hari belakangan ini.

Ia menggambarkan Trump sebagai tidak sabar, dan menghardik dia mengenai perkataannya sendiri dan mengulangi ancaman dari pekan lalu bahwa Pyongyang akan menyapu penghinaan sebelumnya "pikun" buat pemimpin AS itu.

Ketegangan telah meningkat dalam beberapa pekan belakangan ini saat tenggat akhir tahun mendesak yang ditetapkan oleh Korea Utara buat Washington untuk memperlunak sikapnya dalam perundingan. Pyongyang telah melakukan serangkaian uji-coba senjata dan mengeluarkan pernyataan bernada keras.

Walaupun Trump biasa saling menghina dengan Korea Utara pada tahun-tahun pertama masa jabatannya, kedua pihak telah meninggalkan serangan pribadi setelah Trump bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura pada 2018.

Pejabat Korea Utara tersebut mengatakan pemimpin negerinya mungkin bertukar pandangan mengenai Trump jika presiden AS itu terus mengeluarkan "ungkapan dan kata-kata yang tidak layak dan beresiko tinggi".

Ia merujuk kepada pernyataan Trump pada Ahad (8/12) bahwa Kim "jauh terlalu banyak akan kehilangan" dan tidak ingin mencampuri pemilihan presiden mendatang AS.

Komentar itu menujukkan Trump adalah "orang tua yang kehilangan kesabaran", kata pejabat Korea Utara tersebut. "Karena ia adalah orang tua yang tak menentu dan lalai, waktu ketika kami tak bisa kecuali menyebut dia 'pikun karena usia tua" lagi mungkin tiba."

Seorang pejabat senior lain Korea Utara, Ri Su Yong, mengeluarkan pernyataan terpisah yang mengatakan Trump mesti berhenti menggunakan bahasa yang melecehkan yang bisa makin menyinggung Kim.

Trump mesti berfikir dua kali jika ia tak mau melihat "konsekuensi bencana yang lebih besar", kata Ri, Wakil Ketua Partai Pekerja Korea, yang berkuasa, dan menambahkan bahwa Korea Utara akan membuat penilaian akhir paling lambat akhir tahun ini.