Korlantas Cek Kesiapan Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Stasiun Gambir

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Korlantas Polri melakukan pengecekan kesiapan pengamanan libur Natal dan Tahun Baru 2021 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Istiono, petugas juga memantau penerapan protokol kesehatan saat antrean rapid antigen virus Corona atau Covid-19.

"Kita lihat di sini standar protokol kesehatan dari KAI sudah sangat bagus. Para penumpang nyaman sekali. Antrean juga rapih," tutur Istiono di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2020).

Dalam kesempatan itu, Istiono juga mengimbau para pengguna kereta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19, baik itu di stasiun maupun selama perjalanan.

"Intinya kita mengimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu 3M. Menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker. Serta menjauhi kerumunan," jelas dia.

Istiono menegaskan, pihaknya akan mengawasi ketat proses penerapan protokol kesehatan Covid-19 di setiap pos yang disinggahi masyarakat dalam merayakan libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

"Prinsipnya kita mengawal ya. Kita bersinergi dengan stakeholder terkait, TNI, Kementerian Perhubungan. Ini semata-mata untuk mencegah penyebaran Covid-19," Istiono menandaskan.

Sambut Natal dan Tahun Baru, Operasi Lilin Digelar 21 Desember

Personel polisi mengikuti apel Operasi Lilin Jaya 2020 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (21/12/2020). Tugas kepolisian di momen Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 selain memastikan keamanan dari tindak kejahatan, juga mengawasi pelanggaran protokol kesehatan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Personel polisi mengikuti apel Operasi Lilin Jaya 2020 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (21/12/2020). Tugas kepolisian di momen Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 selain memastikan keamanan dari tindak kejahatan, juga mengawasi pelanggaran protokol kesehatan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021, Korlantas Polri bersiap lewat penyelenggaraan Operasi Lilin 2020. Rapat Koordinasi (Rakor) pun digelar di Aula Madelu Gedung NTMC Polri, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Dirgakum Korlantas Polri Brigjen Kushariyanto menyampaikan, pelaksanaan Operasi Lilin 2020 akan digelar selama 15 hari yakni mulai tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan 4 Januari 2021. Seluruh jajaran, khususnya yang bertugas di lapangan kembali diingatkan untuk mengutamakan protokol kesehatan pencegahan penularan virus Corona atau Covid-19.

"Kita sampai saat ini masih dihadapkan pada musuh yang tidak terlihat, jadi mohon di lapangan arahkan betul anggota untuk mempedomani prokes di masa pandemi ini," tutur Kushariyanto di lokasi.

Kushariyanto menyebut, Operasi Lilin 2020 menggunakan metode giat kemanusiaan dan simpatik. Seperti membagikan masker hingga sembako kepada para pengendara.

"Ini lebih banyak membawa dampak positif di masyarakat," jelas dia.

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudi Antariksawan menambahkan, tugas pokok Operasi Lilin Tahun 2020 adalah terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) pada jalur tol, jalur arteri, dan tempat wisata. Termasuk tempat Ibadah Natal maupun lokasi perayaan malam pergantian Tahun Baru 2021.

"Selain itu juga demi memperlancar distribusi logistik dan BBM serta menurunkan jumlah fatalitas korban kecelakaan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujar Rudi.

Adapun jumlah petugas yang akan diturunkan dalam Operasi Lilin 2020 ini ada sebanyak 191 ribu personel gabungan dari berbagai instansi terkait. Beberapa titik fokus pengamanan Kamseltibcar Lantas ada di Tol KM 41 dan pertemuan Tol Elevated yakni KM 47, serta di pertemuan Tol Kalihurip Utama dan Tol Cikampek Utama pada KM 66.

Petugas juga sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas, baik itu sistem buka tutup atau contra flow dan satu arah alias one way. Keseluruhannya diterapkan secara situasional.

"Kami akan prioritaskan kendaraan dari tol elevated, nantinya di bawah bisa dilakukan contra flow dan pengurangan satu lajur untuk memberi kendaraan yang turun dari elevated, karena lebih krusial jika terjadi hambatan di sana. Selain itu, rest area juga kami imbau untuk menampung kapasitas 50 persen, di sana juga akan dilakukan buka tutup bila kapasitas sudah terpenuhi," Rudi menandaskan.

Saksikan video pilihan di bawah ini: