Korlantas Polri: Area istirahat-penyempitan penyebab jalur mudik macet

Korps Lalu Lintas Polri menyebutkan penyebab kemacetan di jalur mudik Tol Jakarta-Cikampek hingga Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) karena adanya pelambatan di sejumlah pintu area istirahat dan penyempitan lajur dari Tol Jakarta-Cikampek memasuki Tol Cipali.

"Spot yang memengaruhi kepadatan adalah rest area 57, rest area 80, sampai 102. Jadi menyebabkan pelambatan di pintu masuk rest area," kata Direktur Penegakan Hukum Korps Lalu Lintas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan di Terminal Jatijajar Depok Jawa Barat, Kamis.

Aan menyebutkan pelambatan terjadi akibat antrean kendaraan yang ingin memasuki area istirahat sehingga berdampak pada kepadatan kendaraan di belakangnya.

Baca juga: Polri lakukan sterilisasi jelang "one way" di Km 47 Tol Cikampek

Selain itu, adanya penyempitan jalan dari empat lajur di Tol Jakarta-Cikampek menjadi dua lajur di Tol Cipali juga menyebabkan pelambatan kendaraan dan terjadi kepadatan.

Aan berharap para pemudik bersabar karena kepadatan tidak bisa dihindari. Dia menjelaskan pihaknya terus melakukan rekayasa lalu lintas baik itu di jalan arteri maupun di jalan tol untuk memperlancar arus lalu lintas.

Baca juga: Korlantas Polri imbau pemudik tidak berhenti di bahu jalan tol

"Ikuti petunjuk dan arahan petugas di lapangan. Kita tidak memaksa untuk tidak ke rest area tapi rekan-rekan kita yang di belakang terjadi pelambatan dan macet akibat dari pelambatan di rest area," kata dia.

Pada Kamis ini kepolisian mulai menerapkan rekayasa lalu lintas "one way" (searah) dan ganjil genap dari arah Jakarta ke arah timur mulai pukul 17.00.

Sebelumnya, kepolisian juga telah menerapkan "contra flow" ke arah timur karena kepadatan kendaraan mulai terjadi sejak Rabu (27/4) malam.

Baca juga: Polri mulai berlakukan "contraflow" di KM 47 Tol Jakarta-Cikampek

Baca juga: Puncak arus mudik di Terminal Cicaheum Bandung diprediksi Jumat-Sabtu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel