Korsel adakan pembicaraan dengan Jepang pada Desember bahas ekspor

Seoul (Reuters) - Korea Selatan dan Jepang sepakat mengadakan pembicaraan perdagangan tingkat senior pada bulan Desember untuk membahas pembatasan ekspor Tokyo di pusat perselisihan antara kedua negara, kata kementerian perdagangan Korea Selatan, Jumat.

Pembicaraan itu akan mencakup aturan ketat Jepang sejak Juli tentang ekspor tiga bahan teknologi tinggi ke Korea Selatan dan penghapusan Seoul dari apa yang disebut "daftar putih" negara-negara dengan status perdagangan jalur cepat, kata kementerian itu.

Seoul menanggapi dengan mengeluarkan Jepang dari daftar negara-negara perdagangan jalur cepat, memperdalam perselisihan perdagangan yang telah berbulan-bulan dan memukul beberapa eksportir terbesar Asia.

"Kami akan melakukan dialog dengan tujuan akhir untuk menjadikan seperti daftar putih atau tiga item kembali ke keadaan semula," Lee Ho-hyun, seorang pejabat senior kementerian perdagangan Korea Selatan, mengatakan pada jumpa pers.

Pembicaraan itu akan berlangsung pada minggu ketiga Desember di Tokyo, tambah kementerian itu.

Kedua negara, Sabtu, sepakat mengadakan pertemuan puncak bulan depan sebagai langkah besar menuju peningkatan hubungan yang tegang dalam puluhan tahun disebabkan kepahitan selama masa perang kedua negara. Sebagai upaya lebih lanjut untuk meredakan ketegangan, Korea Selatan juga setuju untuk tetap menjalankan kesepakatan berbagi intelijen dengan Jepang.

Sejumlah pejabat dari kedua negara, Kamis, bertemu untuk membahas mengadakan dialog perdagangan tingkat senior, menurut kementerian perdagangan Korea Selatan.

Suasana pertemuan pada hari Kamis berlangsung "ramah" dibanding pertemuan serupa pada bulan Juli tak lama setelah Tokyo memberlakukan pembatasan ekspor, Lee menambahkan.