Korsel Deteksi Peluncuran 2 Rudal Balistik Milik Korut di Perairan Timur Korea

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Seoul - Korea Utara diduga menembakkan dua rudal balistik tak dikenal ke perairan timur, kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS), Rabu (15/9).

JCS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dua rudal balistik tak dikenal diluncurkan pada hari sebelumnya dari wilayah pedalaman tengah Korea Utara menuju Laut Timur.

Otoritas intelijen Korea Selatan dan Amerika Serikat sedang menganalisis rincian lebih lanjut, demikian dikutip dari laman Xinhua, Rabu (15/9/2021).

JCS mengatakan, militer Korea Selatan memperketat penjagaan dan pengawasan, sambil bekerja sama erat dengan Amerika Serikat untuk mempertahankan diri dengan kesiapan penuh.

Peluncuran rudal itu terjadi hanya beberapa hari setelah Korea Utara mengatakan pada hari Senin bahwa mereka berhasil melakukan uji coba rudal jelajah jarak jauh jenis baru pada Sabtu dan Minggu sebelumnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Korea Utara Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Jauh Tipe Terbaru

Rudal ditembakkan sub-unit artileri jarak jauh Tentara Rakyat Korea saat latihan militer di lokasi yang dirahasiakan pada hari Senin (2/3/2020). Korea Selatan menyatakan, Korea Utara menembakkan yang diduga dua rudal balistik jarak pendek. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Rudal ditembakkan sub-unit artileri jarak jauh Tentara Rakyat Korea saat latihan militer di lokasi yang dirahasiakan pada hari Senin (2/3/2020). Korea Selatan menyatakan, Korea Utara menembakkan yang diduga dua rudal balistik jarak pendek. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

Sebelumnya, Korea Utara berhasil melakukan uji coba rudal jelajah jarak jauh tipe baru pada Sabtu 11 September dan Minggu 12 September, seperti dilaporkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Senin (13/9/2021).

Rudal jelajah jarak jauh yang diluncurkan melakukan perjalanan selama 7.580 detik di sepanjang orbit penerbangan oval. Pada pola-8 di udara mencapai target sejauh 1.500 km, tulis laporan tersebut yang dilansir Xinhua.

Pengembangan sistem senjata ini "memiliki makna strategis sebagai sarana pencegahan yang efektif untuk menjamin keamanan negara kita, lebih andal dan secara kuat menahan manuver militer pasukan musuh melawan DPRK," kata laporan itu.

Pengembangan rudal jelajah jarak jauh "telah didorong maju sesuai dengan proses pengembangan sistem yang andal selama dua tahun terakhir".

"Sejumlah tes penerbangan, kontrol dan kekuatan hulu ledak dilakukan dengan sukses," tulis menurut laporan Korea Utara.

"Secara keseluruhan, efisiensi dan kepraktisan operasi sistem senjata dipastikan sangat baik," kata KCNA.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel