Korsel: Korut tembakan dua proyektil ke laut di lepas pantai timur

Seoul (Reuters) - Korea Utara menembakkan dua proyektil tak dikenal ke laut lepas pantai timur pada Sabtu, kata militer Korea Selatan.

Peluncuran terbaru itu dilakukan tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menerima "surat yang sangat indah" dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Korea Utara telah menembakkan serangkaian rudal dan roket sejak Kim dan Trump sepakat pada pertemuan 30 Juni untuk menghidupkan kembali pembicaraan denuklirisasi yang macet.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa setidaknya satu proyektil diluncurkan dan tampaknya mirip dengan rudal jarak pendek sebelumnya yang ditembakkan oleh Pyongyang.

Trump mengecilkan peluncuran senjata Korea Utara baru-baru ini ketika ia berbicara kepada wartawan sebelumnya pada Jumat. Ia mengatakan: "Saya mengatakannya lagi: Tidak ada uji coba nuklir. Tes rudal semuanya jarak pendek. Tidak ada tes rudal balistik. Tidak ada rudal jarah jauh."

Trump juga mengatakan Kim telah menulis dalam suratnya bahwa ia "tidak senang" dengan latihan perang gabungan dan uji coba rudal AS-Korea Selatan. Kim mengatakan tes senjata itu merupakan respons terhadap latihan militer AS-Korea Selatan yang diadakan bulan ini. Dia menambahkan dia bisa mengadakan pertemuan lagi dengan Kim.

Amerika Serikat dan Korea Selatan telah memulai latihan yang sebagian besar disimulasikan komputer sebagai alternatif dari latihan tahunan berskala besar sebelumnya yang dihentikan untuk mempercepat perundingan denuklirisasi.

Korea Utara mengutuk latihan semacam itu sebagai latihan perang yang bertujuan menggulingkan kepemimpinannya.

Proyektil-proyektil itu ditembakkan pada dini hari Sabtu dari daerah di sekitar kota Hamhung di timur laut, kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Mesin roket berbahan bakar padat besar untuk program rudal balistik Korea Utara kemungkinan besar diproduksi di kompleks pabrik di Hamhung, kata kelompok pemantauan 38 North tahun lalu. Hamhung juga memiliki situs pengujian untuk mesin tersebut.

Kim Dong-yup, seorang mantan perwira angkatan laut yang mengajar di Universitas Kyungnam Seoul mengatakan, senjata yang diuji pada Sabtu dapat dikaitkan dengan penyelesaian sistem artileri roket baru Korea Utara yang membutuhkan sejumlah peluncuran jenis yang sama.