Korupsi, Asisten Gubernur Sumut Ditangkap Polisi

TEMPO.COMedan - Ridwan Panjaitan, asisten pribadi Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho ditangkap Polisi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Sumatera Utara, Rabu malam 23 Januari 2013 dari halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro Medan

Polisi sebelumnya sudah melayangkan dua kali surat panggilan kepada Ridwan untuk diperiksa dalam kaitan biaya perjalanan Gatot Pujo Nugroho saat menjabat Wakil Gubernur 2008 hingga 2010 dan Pelaksana tugas Gubernur Sumut menggantikan gubernur Syamsul Arifin yang tersandung kasus korupsi sejak 2010 hingga sekarang. Besar biaya perjalanan dinas Gatot yang diselewengkan Ridwan diperkirakan Rp 1,4 miliar.

Direktur Direktorat Reskrimsus Polda Sumut Komisaris Besar Sadono Budi Nugroho membenarkan penangkapan Ridwan Panjaitan." Polisi menjemput paksa Ridwan di halaman depan Kantor Gubernur Sumut," kata Sadono.

Menurut Sadono, Ridwan ditangkap karena tidak beritikad baik memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi." Karena tidak datang memenuhi panggilan kedua hingga pukul 00.00 WIB kemarin malam untuk diperiksa, polisi terpaksa membawanya secara paksa," tutur Sadono.

Sampai Kamis 24 Januari 2013, Ridwan Panjaitan masih menjalani pemeriksaan di salah satu ruangan Gedung Krimsus Polda Sumut.

Adapun Gatot Pujo Nugroho tidak memberi penjelasan apapun menyangkut pemeriksaan anak buahnya itu.  

SAHAT SIMATUPANG

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.