Korupsi Barang Sitaan Satpol PP Surabaya, Tersangka Klaim Ada Bukti Setor Rp300 Juta

Merdeka.com - Merdeka.com - Tersangka korupsi perkara penjualan barang sitaan Satpol PP Surabaya, Ferry Jocom, bakal menunjukkan aliran dana hasil penjualan yang diterima oleh seseorang. Ia bahkan mengaku telah mengantongi berbagai bukti penyetoran uang hasil penjualan yang sudah disetorkan pada seseorang tersebut.

Upaya tersangka Ferry yang bakal blak-blakan atas dugaan korupsi penjualan barang sitaan Satpol PP Surabaya itu diungkapkannya melalui sang pengacara, Abdurrahman Saleh.

Saleh menyebut, dalam rangkaian perkara ini, kliennya mengaku telah menyetorkan sejumlah uang pada para pihak tertentu. Uang yang disetorkan itu salah satunya sebesar Rp300 juta. Namun dalam perkara ini pihak Kejaksaan terkesan belum pernah menyentuh, pihak yang menerima uang sebesar Rp300 juta itu.

"Pak Ferry itu sudah menyerahkan Rp300 juta. Ada kwitansinya, diserahkan pada siapa? nanti kita sampaikan hari Senin, ada fotonya, ada kwitansinya, tapi kenapa ini tidak tersentuh gampang kan. Nanti kita sampaikan lagi lengkapnya hari Senin," kata Saleh, Sabtu (30/7).

Didesak pada siapa uang hasil penjualan barang sitaan Satpol PP itu disetorkan, Saleh menyatakan masih belum ingin membukanya. Ia pun menegaskan, pada saat pelaporan pada Senin pekan depan, ia akan membuka siapa saja pihak yang seharusnya terlibat dalam pusaran kasus ini.

"Nanti ini siapa (yang dapat setoran) ada lah. Saya tidak mau sebutkan itu (nama), itu nanti setelah masuk laporan lah. Umpamanya itu atasan atau bawahan, nanti dalam bentuk pelaporan saja," ujar dia.

Sebelumnya, dia menyebut akan melaporkan 6 orang yang dianggap terlibat dalam pusaran perkara dugaan korupsi penjualan barang sitaan Satpol PP Surabaya. 4 orang disebutnya sebagai pihak yang terlibat langsung dalam perkara itu dan 2 orang lainnya dianggap sebagai pihak yang turut serta atau terkait.

"Peristiwa pidana kan tidak serta merta to. Ada sekitar 6 lah, yang terlibat langsung 4 dan yang dua ini yang terkait (turut serta). Ada pelaku utama, ada yang turut serta. Pak Feri ini bukan pelaku utama, karena dia tidak menikmati apapun. Ada pelaku utama yang menikmati," tambah Saleh.

Diketahui, penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Surabaya menetapkan salah seorang oknum Satpol PP Surabaya sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi. Oknum bernama Ferry Jocom, mantan Kabid Pengendalian, Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Surabaya. Ia ditetapkan tersangka karena telah menjual barang bukti (BB) hasil sitaan, senilai Rp500 juta.

Dalam perkara ini, tersangka pun dijerat dengan Pasal 10 huruf a, Pasal 10 huruf b Jo. Pasal 15 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel