Korupsi Duit Perjalanan, Pejabat BPH Migas Ditahan

TEMPO.CO, Jakarta -Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Polri menahan Umar Rukhyat,Kepala Subbagian Umum Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Umar ditahan setelah berkas perkara kasus korupsi perjalanan dinas di lembaganya dinyatakan lengkap

"Penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Agus Riyanto saat menggelar jumpa pers di kantornya, Kamis, 18 April 2013.

Agus mengatakan penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Markas Besar Polri untuk 20 hari ke depan. Masa penahanan tersebut akan digunakan Polri melengkapi berkas perkara Rukhyat yang akan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.

Rukhyat ditetapkan tersangka bersama Edy Moh Suhariadi, Koordinator Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPH Migas lantaran diduga menggelembungkan duit perjalanan dinas senilai Rp 3,3 miliar pada 2010-2011. Modusnya dengan melakukan perjalanan dinas fiktif melalui sejumlah maskapai penerbangan. Total anggaran perjalanan dinas 2010-2011 senilai Rp 7,8 miliar.

Edy lebih dulu ditahan pada Januari lalu. Mereka diganjar pasal korupsi karena menyalahgunakan kewenangan untuk keuntungan pribadi. Menurut Agus, berkas perkara Edy sudah masuk ke Kejaksaan. "Tetapi statusnya masih P19 karena itu sedang dilakukan perbaikan berkas," ujar dia.

Agus menuturkan lembaganya masih terus mengembangkan pengusutan kasus ini, termasuk keterlibatan sejumlah petinggi BPH Migas. Namun ia menolak membeberkan siapa saja yang tengah dibidik oleh Polri.

Ia menambahkan Polri juga tidak akan mengabaikan bila ada unsur pencucian uang di dalam kasus ini. Olehnya itu, kerugian negara senilai Rp 3,3 miliar masih diselidiki keberadaannya. "Kami belum tahu duit yang digelembungkan itu untuk apa," ujar dia,"Kami masih menunggu data pendukung."

TRI SUHARMAN

Topik Terhangat:

Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Kasus Cebongan

Baca juga:

EDISI KHUSUS Tipu-tipu Jagad Maya

Sunah Rasul Hakim Setyabudi dan Gratifikasi Seks

Sopir Hakim Setyabudi Tak Tahu Suap Seks Bosnya

@SBYudhoyono Follow Artis-artis Ini

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.