Korupsi minyak goreng, eks pejabat di Sumut dibui 1,5 tahun

MERDEKA.COM. Mantan Kadisperindag Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumut, Lasman Simamora, dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (11/2). Hakim menyatakan dia terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi penyelewengan minyak goreng  bersubsidi pada 2008.

Majelis hakim yang diketuai Jonner Manik menyatakan Lasman  terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001.

"Mengadili, menyatakan terdakwa  Lasman Simamora telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi yang dilakukan bersama-sama dan berkelanjutan," ujar Ketua Majelis Hakim Jonner Manik.

Selain hukuman penjara, majelis hakim juta membebani Lasman dengan denda Rp 50 juta. Jika tidak membayar, dia harus menjalani penjara selama tiga bulan.

Lasman didakwa melakukan tindak pidana korupsi penyelewengan minyak goreng bersubsidi bersama Kumpul Simamora, pimpinan  CV Sadeam yang jadi rekanan Disperindag Humbahas. Akibat perbuatan mereka, negara dirugikan Rp 559 juta.

Selain Lasman, pada sidang terpisah namun kasus yang sama,  majelis hakim juga memvonis Kumpul Simamora. Pimpinan dari CV Sadeam ini dijatuhi hukuman 3 tahun penjara  dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara. Dia pun dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU  31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001.

Dalam kedua  perkara ini, hakim menilai terdakwa tidak melakukan verifikasi yang sepatutnya untuk menentukan penyaluran minyak goreng bersubsidi kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Minyak goreng bersubsidi itu juga tidak disalurkan sepenuhnya.

Vonis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, JPU meminta hakim menjatuhi kedua terdakwa dengan hukuman masing-masing  7 tahun 6 bulan penjara.

Menyikapi putusan hakim, JPU maupun kuasa hukum terdakwa sama-sama  menyatakan pikir-pikir.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.