Korupsi yang Ditangani KPK Melonjak Hampir 100 Persen

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi melaporkan, penanganan perkara tindak pidana korupsi meningkat sepanjang tahun 2012, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Laporan ini disampaikan pada catatan akhir tahun bersama Komisi III DPR.

"Jika ditilik dari sisi kuantitas, tercatat hingga Desember 2012 sebanyak 72 kasus korupsi ditangani KPK di level penyidikan. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu sejumlah 39 kasus. Demikian juga dari sisi penyelidikan, penuntutan dan hasil dari proses persidangan," ujar Ketua KPK Abraham Samad dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR, di Jakarta, Rabu, 6 Februari 2013.

Sedangkan secara kualitas, capaian penindakan juga sudah dapat dikategorikan di atas rata-rata. Yang dimaksud kualitas ini di antaranya kategori kasus yang ditangani, termasuk grand corruption, dan menjadi perhatian publik," ujar Samad.

Tahun 2012 kemarin, Samad menambahkan, sejumlah kasus besar yang naik ke proses penyidikan, misalnya kasus Bank Century, pembangunan sarana dan prasarana Hambalang, dan simulator mengemudi di Korlantas Polri, serta kasus pengadaan Al-Quran.

Sedangkan dari sisi penggunaan dan penerapan hukum dalam hal ini pasal-pasal yang digunakan, menurut Samad, mulai beragam. "Dengan disahkannya Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), di mana KPK berwenang jika tindak pidana asal adalah tindak pidana korupsi, maka beberapa kasus KPK menggunakan pasal-pasal TPPU," katanya.

"Untuk bisa merampas aset milik pelaku tindak pidana korupsi yang diduga berasal dari praktik korupsi juga digalakkan oleh KPK," katanya. Misalnya penggunaan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001, dalam rangka untuk mengembalikan uang yang pelaku tindak pidana korupsi yang diduga berasal dari hasil korupsi kepada negara.

Hal yang menonjol dalam pelaksanaan penanganan perkara tahun 2012, kata Samad, adalah akomodasi terhadap tersangka yang ingin menjadi justice collaborator. "Untuk mengungkap grand corruption dibutuhkan pihak-pihak, dalam hal ini pelaku untuk bekerja sama dalam membongkar kasus korupsi. KPK memberi apresiasi dan penghargaan terhadap para tersangka yang kooperatif," katanya.

Selanjutnya, KPK juga bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. "Ke depan upaya ini akan semakin digalakkan oleh KPK dalam rangka membongkar praktik korupsi yang lebih besar," kata Samad.

FEBRIANA FIRDAUS

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.