Koruptor Pengerukan Batanghari, Jambi, Dibui

TEMPO.CO, Jambi - Wahyu Asoka, kuasa Direktur PT Lince Romauli Raya, rekanan yang mengerjakan proyek pengerukan alur Sungai Batanghari, Jambi, Senin malam, 29 Oktober 2012, dijebloskan ke dalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jambi.

"Kami berwenang melakukan penahanan terhadap tersangka karena ancaman pidananya di atas lima tahun. Selain itu, tersangka juga dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mempengaruhi saksi-saksi, " kata Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Jambi, Wito, Selasa, 30 Oktober 2012. 

Wito menjelaskan bahwa Wahyu adalah tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi berkaitan dengan pengerjaan proyek pengerukan alur Sungai Batanghari. Dari total nilai proyek Rp 7,7 miliar, penyidik kejaksaan memperkirakan jumlah yang dikorupsi Rp 5,4 miliar.

Wahyu dimasukkan ke dalam tahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor 652/N.5/Fd.1/10/2012. Wahyu digelandang ke Lapas Jambi sekitar pukul 18.30 WIB setelah dinyatakan sehat oleh dokter RSUD Raden Mattaher Jambi.

Mengenakan kemeja putih dan celana coklat, Wahyu yang digiring petugas menuju mobil tahanan terlihat lesu. Wahyu juga terus menundukkan wajah untuk menghindari jepretan kamera wartawan. Dia pun menolak menjawab setiap pertanyaan wartawan.

Menurut Wito, sebelumnya penyidik telah menahan Kepala Syahbandar dan Otorita Pelabuhan Jambi, Belly J. Picarima. Belly terlibat dalam kasus serupa.

SYAIPUL BAKHORI

Berita Terpopuler:

Generasi Baru Polisi Bersih Sudah Lahir  

Eks Kepala PPATK Bongkar Calo Anggaran Via Twitter 

Karier Wasit Chelsea vs MU Terancam Hancur

Percakapan Anis dengan Pengiklan TKI on Sale 

Sekali Rapat, DPR Minta Lebih dari Rp 1 Miliar

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.