Korut nilai masuknya Pyongyang dalam daftar hitam terorisme AS rugikan diplomasi nuklir

Seoul, Korea Selatan (AP) - Korea Utara, Selasa (5/11), mengatakan penyebutan ulang Pyongyang oleh AS sebagai sponsor terorisme meredupkan prospek diplomasi nuklir antara kedua negara.

Pernyataan Korut itu disampaikan ketika negara itu meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat karena kebuntuan dalam negosiasi nuklir. Pekan lalu, Korea Utara menguji coba proyektil dari apa yang disebutnya roket multi-peluncur "super-besar" yang baru dikembangkan dalam uji senjata pertama negara itu dalam waktu sekitar satu bulan terakhir.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan pada Selasa bahwa laporan daftar hitam terorisme Departemen Luar Negeri yang dirilis minggu lalu membuktikan lagi bahwa Amerika Serikat mempertahankan "kebijakan bermusuhan" dan "penolakan yang lazim" terhadap Korea Utara.

"Ini merupakan penghinaan dan pelecehan terhadap mitra dialog," kata pernyataan yang disampaikan oleh media pemerintah. "Saluran dialog antara (Korea Utara) dan AS semakin menyempit" karena sikap AS.

Korea Utara telah masuk dalam daftar hitam terorisme selama dua dekade setelah agen-agennya dipersalahkan atas pemboman sebuah pesawat Korea Selatan yang menewaskan 115 orang pada tahun 1987. Pyongyang dikeluarkan dari daftar pada tahun 2008 ketika Washington mencoba membujuk Korea Utara mengikuti perundingan nuklir. Tetapi pemerintahan Trump kembali memasukkan negara itu dalam daftar pada 2017, dengan mengatakan Korut berulang kali mendukung aksi terorisme internasional.

Kasus terbaru yang paling mencolok adalah pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri terasing Kim Jong Un, menggunakan agen saraf VX di bandara Malaysia pada tahun 2017.

Tahun lalu, Korea Utara dan Amerika Serikat meluncurkan diplomasi berulang-ulang tentang persyaratan agar Korea Utara menghentikan program persenjataan nuklirnya. Namun pembicaraan itu sebagian besar terhenti sejak pertemuan puncak kedua antara Kim dan Presiden Donald Trump pada Februari karena perselisihan mengenai sanksi terhadap Korea Utara. Negosiator kedua negara bertemu di Stockholm bulan lalu tetapi tidak membuat kemajuan berarti.

Badan intelijen Korea Selatan mengatakan kepada anggota parlemen dalam pertemuan tertutup pada Senin bahwa mereka mengharapkan perundingan AS-Korea Utara akan dimulai paling lambat awal Desember, menurut Lee Eun-jae, salah satu anggota parlemen yang menghadiri pertemuan itu.

Korea Utara telah meminta Amerika Serikat menyusun proposal yang dapat diterima bersama untuk menyelamatkan diplomasi nuklir pada akhir tahun. Beberapa ahli mengatakan Korea Utara dapat melakukan lebih banyak tes senjata dalam beberapa minggu mendatang saat mendekati batas waktu akhir tahun.