Koster ingin belajar dari Swiss kembangkan industri jam tangan

Nusarina Yuliastuti

Gubernur Bali Wayan Koster berharap bisa belajar dari Swiss untuk mengembangkan industri jam tangan sejalan dengan upaya mengembangkan industri kreatif di Bali.

"Orang Bali punya keterampilan tangan yang baik dan pandai membuat desain. Kami berharap desain yang dibuat orang Bali bisa melengkapi pengalaman dan teknologi yang dimiliki Swiss dalam membuat jam tangan," kata Koster saat menerima kunjungan Duta Besar Swiss untuk Indonesia Kurt Kunz di Denpasar, Rabu.

Dalam kesempatan itu, Koster menyampaikan arah pembangunan Bali ke depan dengan visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" yang di antaranya menata pariwisata, merawat kearifan lokal, dan menjaga lingkungan alam.

"Untuk alam yang bersih ini, kami akan menerapkan sistem pertanian organik yang mengurangi zat kimia di tanah sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan. Juga sedang kami desain dengan Pergub menerapkan kebijakan Bali energi bersih," ujarnya.

Baca juga: Juarai Liga 1, saham Bali United naik hampir 6 persen

Terkait keamanan wisatawan, Koster mengatakan Bali memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang siap mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi. "Pelaku pariwisata juga sudah siap," ucap Gubernur asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng itu.

Sementara itu, Duta Besar Swiss untuk Indonesia Kurt Kunz mengatakan setiap tahun sekitar 700 ribu wisatawan Swiss datang ke Indonesia yang sebagian besar datang ke Bali. Selain itu, tak sedikit warga Swiss yang menetap di Bali.

"Sekitar 520 warga Swiss tinggal di Bali," kata Kunz.

Mereka berkecimpung di berbagai bidang seperti pendidikan, pariwisata, kuliner dan lingkungan. Itu sebabnya Dubes Kunz menaruh perhatian terhadap kenyamanan dan keamanan wisatawan Swiss di Bali.

Baca juga: RI-Korea Selatan bersinergi kembangkan industri kreatif

Dubes Kunz juga memberikan beberapa masukan di bidang pariwisata seperti layanan imigrasi, kebersihan dan lalu lintas. Ia menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster dalam menata pembangunan Bali.

"Budaya dan lingkungan sangat penting bagi masyarakat lokal. Ini modal yang harus dirawat oleh Bali," kata Dubes Kunz seraya mengapresiasi kebijakan Pemprov Bali yang mengembangkan energi bersih dan pertanian organik.

Ia berharap hubungan Swiss dengan Indonesia, Bali pada khususnya semakin baik, khususnya di bidang ekonomi, lingkungan dan pariwisata.

Mengenai pengembangan industri jam tangan di Bali, Dubes Kunz menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, Bali memiliki desain yang unik yang sering menjadi inspirasi bagi desainer di seluruh dunia.

Hadir pula dalam audiensi tersebut Konsul Kehormatan Swiss di Bali Gerhard L. Nutz, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Bali Ketut Sukra Negara dan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun.