Kota Ayodhya India Raih Lagi Rekor Guinness Berkat 900 Ribu Lampu Minyak di Festival Diwali

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Ayodhya - Kota Ayodhya kembali mempertahankan rekor di Guinness World Records dengan menyalakan 900.000 lampu minyak dan menjaganya agar tetap menyala selama sedikitnya 45 menit, sebagai bagian dari perayaan festival cahaya Diwali di India.

Ribuan sukarelawan menyalakan lampu-lampu minyak yang disebut diyas, di sepanjang tepi Sungai Saryu, melalui jalan-jalan kecil dan rumah-rumah saat senja tenggelam pada hari Rabu (3/11) di Ayodhya.

Umat Hindu percaya tempat itu sebagai lokasi lahirnya Dewa Ram dan tempat ia kembali setelah 14 tahun di pengasingan.

Kota di India ini menyalakan 606.569 lampu minyak tahun lalu. Ini adalah ketiga kalinya mereka meraih rekor Guiness (Guinness World Records).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ada yang Saling Lempar Kotoran Sapi

Perayaan Diwali (Padmanabha/AFP).
Perayaan Diwali (Padmanabha/AFP).

Pada perayaan tahun lalu, ada ratusan penduduk Desa Gumatapura di India dengan gembira meraup kotoran sapi seperti bola saju yang kemudian akan dilemparkan satu sama lain. Kegiatan unik ini adalah festival Gorehabba, sebuah acara lokal untuk merayakan berakhirnya Diwali.

Mirip dengan La Tomatina di Spanyol yakni perayaan melempar tomat yang dilakukan oleh penduduk lokal. Namun, penduduk desa Gumatapura melemparkan sesuatu yang lebih tak biasa, yakni kotoran sapi.

Dikutip dari Channel News Asia, 21 November 2020, festival ini unik untuk sebuah desa di mana penduduk setempat percaya bahwa dewa mereka, Beereshwara Swamy lahir di dekat kotoran sapi.

Beberapa umat Hindu percaya bahwa sapi dan segala sesuatu yang mereka hasilkan adalah suci dan memurnikan. Perdana Menteri nasionalis Hindu Narendra Modi telah mendorong perlindungan yang lebih besar terhadap hewan-hewan itu dan banyak negara bagian India telah lama melarang penyembelihan mereka untuk diambil dagingnya.

"Orang-orang dari desa dan distrik tetangga datang untuk berpartisipasi dalam festival ini dan menikmatinya," imbuh warga setempat bernama Shambu Lingappa.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel