Kota Bekasi Kembali Persiapkan Sekolah Tatap Muka

Agus Rahmat, Dani (Bekasi)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Kota Bekasi kembali mempersiapkan untuk membuka sekolah dengan pembelajaran tatap muka. Sebelumnya sempat diuji coba, namun terpaksa dihentikan lantaran kasus COVID-19 yang semakin tinggi.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, berencana untuk menggelar belajar tatap muka, jika kasus penyebaran COVID-19 terus turun.

"Sekarang kan sudah 93 persen yang sembuh. Jadi menurut bapak sudah bisa sekolah lagi," kata Rahmat, Rabu 10 November 2020.

Baca juga: Perekonomian Jabar Mulai Bangkit Usai Terpukul Pandemi COVID-19

Rahmat menambahkan, program belajar tatap muka sangat penting. Karena, program belajar jarak jauh yang sudah dilakukan oleh para siswa selama pandemi ini, tidak efektif.

"Kalau dilihat dari kuantitatifnya tinggi 7.000, kalau jumlah penduduknya 100 ribu sampai 200 ribu. Tapi kalau jumlah penduduknya 2,4 juta berarti angka reproduksinya rendah dong," ujarnya.

Bukan hanya itu, Rahmat mengaku, selain angka kesembuhan tinggi, angka kematian juga sudah dapat ditekan. Bahkan, angka kematian masih 143 jiwa hingga sekarang.

Saat ini, kata dia, pemerintah daerah terus melakukan tes kepada masyarakat secara masif. Untuk itu, dia berharap, pihaknya bisa mempermudah pengendalian penyebaran COVID-19.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kota Bekasi, per 10 November 2020 jumlah kasus kumulatif mencapai 7.401 kasus, dengan angka kasus aktif sebanyak 443 kasus.