Kota Malang Mulai Padat Kendaraan Jelang Tahun Baru, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Yoppi Anggi Khrisna mengatakan, jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Malang jelang perayaan tahun baru tercatat naik berkisar 30-40 persen.

"Untuk volume kendaraan meningkat berkisar 30-40 persen. Dengan kenaikan tersebut, kami memberikan prioritas terhadap arus yang mengalami kemacetan atau ramai," kata Yoppi, dikutip dari Antara Jumat (31/12/2021).

Yoppi menjelaskan dengan adanya peningkatan volume kendaraan tersebut Polresta Malang Kota mengantisipasi untuk mengurai simpul-simpul kemacetan yang terjadi akibat kenaikan mobilitas masyarakat tersebut.

Satlantas Polresta Malang Kota telah menyiagakan sejumlah personel pada pos-pos pantau dan beberapa titik yang berpotensi terjadi kemacetan di jalur utama menuju wilayah Kota Malang. Selain itu, juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

"Nanti akan kami arahkan, untuk yang masuk wilayah Kota Malang di Jalan Raden Intan atau di bawah fly over Arjosari, akan diarahkan ke kiri. Jadi tidak langsung mengarah ke pusat kota, untuk menghindari kemacetan," katanya.

Ia menambahkan kenaikan jumlah volume kendaraan yang keluar mulai terlihat dari pintu keluar tol Singosari. Namun, arus lalu lintas tersebut terpecah menjadi dua bagian yakni menuju wilayah Kota Batu dan Kota Malang.

"Untuk tol Karanglo (Singosari) memang ada kenaikan sekitar 30-40 persen juga, itu nanti dibagi ke arah Kota Batu dan arah Kota Malang," ujarnya.

Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan Kota Malang, dalam kondisi normal jumlah kendaraan bermotor yang memasuki wilayah Kota Malang berkisar antara 15 ribu-16 ribu kendaraan per hari.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rekayasan Lalu Lintas

Jalan Kayutangan termasuk salah satu kawasan padat lalu lintas di Malang yang kini relatif lebih sepi kendaraan sejak wabah corona Covid-19 (Liputan6.com/Zainul Arifin)
Jalan Kayutangan termasuk salah satu kawasan padat lalu lintas di Malang yang kini relatif lebih sepi kendaraan sejak wabah corona Covid-19 (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Dishub Kota Malang bersama Polresta Malang Kota juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengurai arus lalu lintas jika terjadi kepadatan menjelang perayaan pergantian tahun pada sejumlah titik yang ada di pusat kota.

Ada sejumlah skema yang disiapkan untuk mengurai kemacetan pada sejumlah titik yang memiliki potensi terjadinya kepadatan arus kendaraan. Ada dua titik yang sudah dilakukan simulasi pengalihan arus yakni di sekitar Gereja Kayutangan dan simpang tiga Kayutangan.

Jika menjelang malam pergantian tahun terjadi kepadatan di depan Gereja Kayutangan, maka arus lalu lintas dari Jalan Aries Munandar menuju Jalan Mojopahit, akan dialihkan melalui Jalan MGR Sugiyopranoto mengarah ke Jalan Merdeka Timur.

Kemudian, jika pada simpang tiga Kayutangan terjadi kepadatan, maka arus lalu lintas dari arah utara akan dibelokkan ke Jalan WR Supratman pada simpang empat Kaliurang. Pengalihan arus tersebut dilakukan agar arus lalu lintas tetap bergerak meski jarak tempuh lebih panjang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel