Kota Masa Depan, Upaya Digitalisasi UMKM di Kota Kecil dari Grab dan EMTEK

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang cukup signifkan terhadap industri UMKM. Padahal sektor UMKM memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian tanah air.

UMKM di kota besar masih tertolong dengan adanya akses digital yang mulai memadai. Sementara, UMKM di kota kecil harus berjuang untuk bertahan karena belum terjamah akses digital.

TERKAIT: Luncurkan Program Bangkit Bersama, GoTo Kawal Digitalisasi UMKM untuk Pulihkan Perekonomian Indonesia

TERKAIT: 4 Tahun Berlayar, OVO Bantu Tingkatkan 84 Persen UMKM di Masa Pandemi

Sebagai perusahaan berbasis digital, Grab bersama EMTEK dan Bukalapak menginisiasi program yang disebut Kota Masa Depan. Program ini merupakan program akselerator ekstensif bagi pelaku UMKM di kota-kota kecil penyangga dengan menggabungkan kekuatan jangkauan dari Grab, EMTEK, dan Bukalapak.

Terdapat tiga program prioritas yang diusung oleh Kota Masa Depan. Di antaranya, vaksinasi, adopsi platform digital melalui Grab dan Bukalapak, serta pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan, memastikan UMKM berpotensi dapat mengembangkan usaha dengan pesat.

Menjangkau UMKM di kota kecil

ilustrasi umkm/Suzy Hazelwood/pexels
ilustrasi umkm/Suzy Hazelwood/pexels

Di tahap awal, Kota Masa Depan dijalankan mulai dari kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kemudian menyusul secara bertahap di Solo, Gowa, Malang, dan Pekanbaru hingga akhir 2021. Program ini menargetkan 10ribu UMKM dapat terlibat dalam Kota Masa Depan.

"Melalui program kolaboratif ini, kami bersama-sama berkomitmen dan fokus memberikan support kepada UMKM. Mereka adalah pahlawan yang memberikan dampak bagi kelangsungan ekosistem ekonomi di Indonesia. UMKM di luar metropolitan berkontribusi pada perekonomian digital di Indonesia," kata Sutanto Hartono, Managing Director PT Elang Mahkota Teknologi.

Menurut Sutanto, sektor UMKM di luar kota metropolitan memiliki potensi sebagai kontributor bagi perekonomian digital di Indonesia yang sangat besar. Di samping membuka kesempatan baru, ekonomi digital juga meningkatkan daya saing.

Melalui rangkaian program yang digarap melalui Kota Masa Depan, mempersiapkan UMKM di kota kecil untuk masuk ke platform digital. Ditambah dengan pelatihan hingga pendampingan bagi UMKM.

Membuka kesempatan yang lebih luas

Sepakat dengan Sutanto, Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Gunadi menyebut program Kota Masa Depan akan membuka pintu bagi UMKM di kota kecil menuju pasar yang lebih luas.

"Grab bersama EMTEK dan Bukalapak ingin merangkul UMKM di kota kecil agar tidak hanya dapat menggunakan teknologi dan memperoleh manfaat dari ekonomi digital, melainkan juga menjalankan usaha di platform yang aman dan terpercaya," ungkap Neneng Gunadi.

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin pun menyebut pihaknya ingin menciptakan ekonomi berkeadilan bagi seluruh pelaku UMKM melalui platform digital. Sehingga tidak hanya UMKM di kota besar yang bisa berkembang, melainkan juga di kota kecil mendapatkan kesempatan serupa

Simak video berikut ini

#elevatewomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel