Kota Padang Resmi Terapkan PPKM Mikro

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, resmi menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, Kamis 8 Juli 2021. Meski sudah diterapkan, Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, dalam dua hari ini PPKM masih dalam tahap sosialisasi.

“Inilah saatnya kami memberitahu. Jadi hari ini dan besok, kita sosialisasikan. Pemantauan awal tadi siang, memang belum maksimal. Pemahaman mereka tentang PPKM. Kita arahkan dan beritahukan,” kata Hendri, Kamis 8 Juli 2021.

Baca juga: MA Tolak Kasasi Djoko Tjandra Terkait Surat Jalan Palsu

Sementara itu, untuk tempat ibadah, Hendri mengatakan, telah mengambil keputsan bersama dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah memutuskan, ibadah diperbolehkan di seluruh Sumatera Barat.

“Diminta pengurus masjid, gereja, vihara, pengurusnya menjaga ketat. Harus protokol Kesehatan,” katanya.

Menurut Hendri, hasil pemantauan di lapangan siang tadi, terlihat masih longgarnya penerapan PPKM mikro. Hal itu disebabkan lantaran belum semua warga mengetahui dan memahami apa itu PPKM.

Khusus di Sumatra Barat termasuk juga kota Padang, PPKM Mikro tidak membatasi aktivitas di rumah ibadah. Pelaksanaan salat berjemaah masih berjalan sebagaimana biasanya dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Aktivitas warga di Padang di hari pertama penerapan PPKM Mikro, berlangsung normal. Belum ada penyekatan apapun. Karena, masih tahap sosialisasi,” ujar Hendri.

Diketahui, dalam daftar PPKM Mikro, terdapat ada empat Kota di Sumatra Barat yang masuk di dalamnya yakni, Kota Padang, Bukittinggi, Padang Panjang dan Kota Solok.

Pelaksanaan PPKM Mikro di Sumbar dimulai dengan waktu yang bervariasi. Kota Bukittinggi misalnya, sudah melakukan PPKM Mikro sejak Selasa kemarin. Sementara, Kota Padang, Padang Panjang dan Solok, baru hari ini memulai PPKM Mikro.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel