Kota Payakumbuh-Sumbar kekurangan 265 guru SD dan SMP

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menyatakan bahwa daerah tersebut masih kekurangan sebanyak 265 orang tenaga pendidik atau guru di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

"Data yang kami miliki hingga Mei 2022 Kota Payakumbuh masih kekurangan 265 orang tenaga pendidik untuk SD dan SMP," kata Kepala Disdik Kota Payakumbuh Dasril, Jumat, di Payakumbuh.

Ia mengatakan bahwa hal ini juga sudah disampaikannya ke Kementerian PAN RB, Kemendikbudristek, Kemendagri dan Kemenkeu saat melaksanakan konferensi video bersama Kamis (9/6).

Rinciannya, kekurangan guru di Kota Payakumbuh itu untuk guru kelas SD, guru agama SD, dan guru mata pelajaran di SMP.

Ia mengatakan berdasarkan Permenpan RB 20 tahun 2022, Menpan RB telah memberi ruang kepada kabupaten/kota untuk mendata peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021 yang lulus "passing grade" tapi belum ditempatkan di unit kerja.

"Di Payakumbuh ada 130 orang, yang dinyatakan lulus P1 atau lulus murni, P3 atau lulus afirmasi pengakuan masa kerja. Berdasarkan permenpan tersebut yang 130 ini akan segera ditempatkan," katanya.

Ia mengatakan jika 130 orang ini telah ditempatkan di unit kerja, kekurangan guru di Kota Payakumbuh telah berkurang menjadi 135 orang.

Sedangkan untuk menindaklanjuti kekurangan lainnya, pihaknya akan mengajukan penambahan untuk mengantisipasi kekurangan guru di Kota Payakumbuh.


"Sampai saat ini kita masih menunggu kebijakan resmi dari Kemenpan RB. Untuk syaratnya para pelamar nanti harus memilik Nomor unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang terdaftar di Kementerian Pendidikan dan berstatus guru," katanya.

Diharapkan agar kekurangan guru di Kota Payakumbuh ini bisa dipenuhi sehingga bisa berdampak positif kepada mutu layanan pendidikan di daerah tersebut, demikian Dasril.

Baca juga: Ikatan Guru Indonesia minta pemerintah fokus atasi kekurangan guru

Baca juga: Kekurangan guru di Indonesia capai 1,1 juta, sebut PGRI

Baca juga: Percepatan pengangkatan guru honorer diharap atasi kekurangan guru

Baca juga: Daerah perbatasan kekurangan guru dan tenaga kesehatan


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel