Kota Podomoro Tenjo Tawarkan Proyek Klaster Baru, Harga Rp 200 Jutaan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Agung Podomoro menawarkan Kota Podomoro Tenjo, kota hunian yang sekaligus bisa menjadi investasi properti di masa pandemi COVID-19. Proyek tersebut ditawarkan dengan harga yang terjangkau.

Nilai hunian ini diproyeksikan akan terus naik seiring dengan upaya pemerintah dan masyarakat untuk segera keluar dari pandemi.

Assistant Vice President Kota Podomoro Zaldy Wihardja mengungkapkan peminat hunian di Kota Podomoro Tenjo sangat tinggi. Sebagai kota mandiri dan satelit baru di area lebih dari 650 hektare, Kota Podomoro Tenjo banyak diminati oleh kaum milenial, dengan harga yang ditawarkan mulai dari Rp 200 jutaan.

“Kami bersyukur dan surprised karena penjualan terus meningkat sejak dilakukan launching Agustus tahun lalu,” ujar Zaldy, Kamis (21/1/2021).

Sejalan dengan tingginya permintaan itu, saat ini kota Podomoro Tenjo kembali meluncurkan klaster tipe deluxe yaitu klaster Kana dengan harga mulai Rp 200 jutaan dan klaster premium yaitu klaster Burgundy.

Klaster baru ini menempel langsung dengan Grand Transit Oriented Development (TOD) dan memasuki tahap pre sale di harga Rp 500 jutaan per unit.

Zaldy mengungkapkan Kota Podomoro Tenjo telah berhasil menjual lebih dari 1.300 hunian. Lebih dari 400 unit hunian yang kini jadi booming ini adalah tipe premium dengan lahan seluas 120-170 meter persegi dengan harga mulai Rp500 jutaan. Salah satunya adalah klaster Angsana yang sudah habis terjual.

"Dengan konsep rumah tapak dan area hijau yang luas, kebutuhan penghuni Kota Podomoro Tenjo terhadap lingkungan yang sehat bisa terpenuhi. Kami yakin penjualan klaster-klaster baru akan terus meningkat sejalan dengan membaiknya ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Dikatakan jika sebagai kota baru yang berbatasan dengan tiga wilayah, Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, Kota Podomoro Tenjo memiliki akses yang baik. Salah satu keistimewaannya adalah kehadiran grand TOD yang membuat kawasan properti ini akan mudah dijangkau.

TOD di Kota Podomoro Tenjo berada tidak jauh dari Tol Serpong Balaraja dan akan terhubung dengan Stasiun Tigaraksa untuk akses commuter line Jabodetabek.

“Kehadiran TOD dijamin akan memudahkan mobilitas masyarakat yang aktif dan produktif, selain itu kawasan ini diproyeksikan menjadi The Next Serpong dengan fasilitas terlengkap dan termodern sebagai pendukung aktivitas masyarakat,” ujar Zaldy.

Sebagai sebuah kota mandiri, Podomoro Tenjo akan akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan, rumah sakit, hotel, perkantoran, dan fasilitas hiburan.

Kata Pembeli

Transit Oriented Development (TOD) Kota Podomoro
Transit Oriented Development (TOD) Kota Podomoro

Investor Properti Milenial Anthony Sudarsono mengatakan bahwa kehadiran properti yang menyasar kaum milenial menjadi angin segar bagi konsumen muda yang ingin membeli hunian maupun berinvestasi.

“Rekan-rekan milenial bisa mempertimbangkan untuk memiliki hunian seperti di Kota Podomoro Tenjo ini. Jujur saya kaget pengembang sekelas Agung Podomoro menjual hunian di harga Rp 200 jutaan,” ujar Anthony.

Membeli properti, lanjut Anthony, tidak hanya mendapatkan aset, tetapi juga berharap ada peningkatan value jika tujuannya untuk berinvestasi.

Nah, jika ingin berinvestasi tentunya juga harus pakai strategi. Sederhananya, untuk mendapatkan gain optimal, beli aset ketika masih rendah dengan proyeksi kenaikan paling tinggi.

"Kalau kita membeli properti di sekitar Jakarta pasti harganya sudah sangat tinggi. Selain butuh modal besar, potensi kenaikan harganya juga terbatas. Lain halnya di kawasan baru seperti Kota Podomoro Tenjo ini. Selain harganya masih terjangkau, karena kota ini baru mulai dibangun, potensi kenaikan harganya juga jauh lebih tinggi," kata Anthony.