Kota Semarang Siaga Banjir

TEMPO.CO, Semarang - Pemerintah Kota Semarang menyatakan status siaga banjir atas bencana yang menenggelamkan sejumlah kawasan di wilayah setempat. Kebijakan siaga khusus bencana banjir itu berlaku hingga Maret 2013. "Status siaga ini terkait banjir yang telah berulang kali merendam sejumlah wilayah yang ada," kata Sekretraris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang, Sarjiono, Ahad, 24 Februari 2013.

Menurut Sarjono, terdapat enam wilayah yang terendam banjir pada hari Sabtu, 23 Februari, yakni di Kecamatan Semarang Utara, Semarang Timur, Pedurungan, Gayamsari, Genuk, dan Tugu. Ketinggian air antara 30 dan 90 sentimeter. "Saat ini sudah surut, tapi kami tetap siaga," Sarjono menambahkan.

Dari pantauan Tempo, banjir di Kota Semarang terjadi akibat luapan air sungai dan genangan sehingga sebagian wilayah masih ada yang terendam, seperti di kawasan Kelurahan Pedurungan Kidul, Genuk, Banjardiwo, dan Tawang.

Sarjono menyatakan pihaknya telah mendistribusikan bahan pokok dan mendirikan dapur umum kepada korban banjir di sejumlah kelurahan yang masih terendam, di antaranya Banjardowo, Dadapsari, Tanjungmas, dan Kemijen.

Selain banjir, hujan yang terjadi di Kota Semarang menimbulkan longsor di empat titik di Kelurahan Lempongsari Kecamatan Candisari. Dalam banjir dan longsor itu belum diketahui adanya korban jiwa. Pemerintah daerah setempat juga belum mengetahui kerugian yang diderita atas bencana alam itu. "Masih dikalkulasi. Saat ini masih fokus pada pemulihan," Sarjono menjelaskan.

EDI FAISOL

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.