Kota Solo Terus Dandan buat Manjakan Pejalan Kaki

TEMPO.CO, Surakarta- Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo meminta kontraktor untuk membongkar jalur pedestrian yang tengah dibangun di kawasan Kottabarat. Penyebabnya, lantai yang digunakan untuk jalur penyandang tuna netra sebagai pelengkap fasilitas umum itu dipasang secara asal-asalan.

Jalur untuk tuna netra yang menggunakan keramik bertekstur khusus tersebut dipasang melintas di pot tanaman, tiang listrik serta tempat sampah. "Pengguna yang tuna netra justru bisa celaka kalau mangandalkan jalur tersebut," kata Rudyatmo di Solo, kemarin.

Dia meminta agar kontraktor memindah jalur tuna netra itu sehingga aman untuk dilalui.

Pemerintah Kota Surakarta membenahi jalur pejalan kaki sepanjang 110 meter di kawasan Kottabarat dengan anggaran Rp 800 juta melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2012. Selain memperbaiki trotoar, mereka juga memasang kanopi di atas jalur pedestrian tersebut. Mereka juga memanfaatkan jalur tersebut sebagai lokasi wisata kuliner pada malam hari.

Menurut Rudyatmo, dia juga masih menemukan adanya kebocoran kanopi saat hujan turun. Dia menilai pemasangan atapnya dilakukan secara asal-asalan. Dia juga menduga kontraktor menyalahi bestek. "Secara kasat mata sudah kelihatan," katanya.

Meski demikian, dia masih memberikan kesempatan bagi kontraktor untuk memperbaiki pengerjaan proyek tersebut. "Mereka masih memiliki waktu 50 hari untuk pembenahan," katanya. Menurut dia, jalur pejalan kaki harus dibuat senyaman mungkin untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.

Sementara itu, pelaksana dari CV Pembangunan Nugroho, Gono berjanji untuk membongkar dan memindahkan jalur khusus untuk tuna netra. Sebenarnya, memindah pot tanaman serta tempat sampah lebih mudah untuk dikerjakan. "Namun sepertinya mustahil jika harus memindah tiang listrik," katanya.

Selain itu, dia berdalih pengerjaan jalur pedestrian tersebut telah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. "Saat ini memang masih dalam tahap penyempurnaan," katanya. Dia menjamin kekurangan dalam pengerjaan masih bisa disempurnakan dalam waktu singkat.

AHMAD RAFIQ

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.