Kota Tangerang Sediakan Hampir 2.000 Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi Covid-19, virus corona. Kredit: Miroslava Chrienova via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Masih berada di zona merah penyebaran Covid-19, Pemkot Tangerang menambah ketersediaan tempat tidur di rumah sakit dan Rumah Isolasi Terpdu (RIT), untuk perawatan pasien Covid-19 di wilayahnya.

Wali Kota Tangerang Arief R.Wismansyah mengatakan, bila saat ini wilayahnya menyediakan 50 persen dari total jumlah tempat tidur rumah sakit, untuk pasien Covid-19. Itu berarti, ada 1.400 sampai 1.500 tempat tidur yang dialihkan untuk pasien Covid-19.

"Kita menyediakan 50 persennya untuk pasien Covid-19, terakhir itu ada 1.404 tempat tidur. Akan ditambah lagi, kita lihat situasi ke depannya. Mudah-mudahan membaik, jadi tidak perlu ada penambahan tempat tidur di rumah sakit," tutur Arief, Minggu (7/2/2021).

Dari 1.400-an tersebut menunjukan angka Bed Occupancy Rate atau BOR di Kota Tangerang berada pada angka 75 persen. Bila diangkakan, tersedia sekitar 350 tempat tidur di rumah sakit untuk pasien Covid-19.

"Angka ini sudah turun dari minggu lalu yang mencapai 80 sampai 90 persen. Tapi ini belum cukup rendah," kata Arief.

Selain BOR untuk Rumah Sakit, jumlah tempat tidur di RIT untuk pasien Covid-19 bergejala ringan, juga memiliki ketersediaan cukup baik. Dari 404 kapasitas tempat tidur RIT, tersedia 109 tempat tidur yang kosong.

Hal ini dipengaruhi baru dibukanya RIT baru di Puskesmas Sudimara Pinang dengan ketersediaan 52 tempat tidur. Lalu sebelumnya yang masih beroperasi adalah 5 puskesmas, 1 unit hotel, 1 rumah penampungan sosial dan RSUD Kota Tangerang.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Lapor Bila Positif Covid-19

Makanya, Arief mengimbau, bila warga ada yang memiliki gejala ringan Covid-19, agar segera melapor, jangan melakukan isolasi mandiri di rumah. Sebab, belajar dari kasus yang pernah terjadi, masyarakat yang isolasi mandiri di rumah, kurang memperhatikan protokol kesehatan, akhirnya menularkan ke keluarga lain.

"Masyarakat yang terpapar Covid-19 agar tidak isolasi mandiri di rumah, tapi segera lapor ke RT/RW, agar mereka melapor ke Puskesmas setempat dan kelurahan. Kemudian dicarikan RIT untuk dapat ditangani dengan baik," kata Arief.

Meski masih bisa mengendalikan angka Covid-19 di wilayahnya, Arief berharap masyarakat Kota Tangerang masih terus konsisten menjalankan protokol kesehatan ketika berkegiatan di luar.

"Bagaimanapun juga, pandemi belum berakhir. Jadi, mari kita semua menjaga agar Kota Tangerang bisa terus menekan angka penularan," katanya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: