Kowani sebut Indonesia kehilangan dengan wafatnya Buya Syafii Maarif

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, Indonesia kehilangan atas wafatnya cendekiawan Muslim Buya Ahmad Syafii Maarif yang meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta, Jumat pukul 10.15 WIB.

“Kami sangat berduka cita atas wafatnya Buya Syafii Maarif. Beliau yang rendah hati, sederhana dan sangat peduli dengan dunia pendidikan serta mengawal isu perlindungan pada perempuan dan anak,” ujar Giwo di Jakarta, Jumat.

Selain itu, Buya Syafii Maarif merupakan tokoh Muhammadiyah yang dekat dengan masyarakat. Mendiang juga dikenal sebagai tokoh toleransi serta dekat dengan masyarakat dari agama lainnya.

"Beliau juga aktif dan mendukung penuh perlindungan pada perempuan dan anak," tambah Giwo.

Baca juga: Presiden Jokowi beri penghormatan terakhir untuk Buya Syafii
Baca juga: Ketua DPR berduka cita atas wafatnya Buya Syafii Maarif

Semasa hidup, pemikiran Buya Syafii Maarif banyak mewarnai dunia Islam dan kebangsaan.

Buya Syafii lahir di Nagari Calau, Sumpur Kudus, Minangkabau, 31 Mei 1935. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Ma'rifah Rauf Datuk Rajo Malayu dan Fatimah.

Buya Syafii Maarif menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah pada periode 1998 hingga 2000 dan kemudian lanjut pada periode 2000 hingga 2005. Semasa aktifnya, Buya Syafii Maarif aktif menulis baik di media massa maupun karya ilmiah.

Baca juga: Gubernur Sumbar: Buya Syafii Maarif adalah lubuk akal tepian ilmu
Baca juga: JK: Buya Syafii jadi guru bangsa dan negarawan Indonesia
Baca juga: Mendikbudristek: Buya Syafii ulama dan cendekiawan yang bijaksana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel