KPAI dampingi anak 11 tahun yang dipenjara di Pematang Siantar

MERDEKA.COM. Kasus pemidanaan anak usia 11 tahun berinisial DYS di Pematang Siantar, Sumatera Utara dinilai telah mencederai hak anak. Untuk itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan berkoordinasi dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) memberikan bantuan advokasi untuk mengembalikan hak DYS melalui upaya banding.

"Kami antara KPAI dan YLBHI akan koordinasi, makanya kita minta bantuan agar diproses secara hukum," ujar Komisioner bidang Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi KPAI M Ikhsan di kantor YLBHI, Jalan Diponegoro, Jakarta, Sabtu (8/6).

Ikhsan mengatakan, terdapat kesalahan dalam proses hukum yang dialami DYS. Pihaknya pun telah mengadakan pembicaraan dengan DYS dan mendapat jawaban putusan 2 bulan 6 hari harus digugat banding dan meminta negara meminta maaf.

"Oleh karena itu dia akan meminta kepada YLBHI untuk menjadi vonis keputusan pengadilan 2 bulan 6 hari, karena itu bukan hak dia, sehingga harus dibatalkan demi hukum," kata Ikhsan.

Sementara itu, Pemerhati Anak Seto Mulyadhi YLBHI dapat memberikan bantuan semaksimal mungkin. "Mungkin nanti YLBHI akan melakukan langkah hukum agar ini tidak terulang kembali," pungkas dia.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.