KPK Akan Telusuri Mobil-Mobil Mewah Djoko Susilo

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi disebut tengah menelusuri mobil-mobil mewah milik tersangka kasus simulator kemudi Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Mobil tersebut diduga sebagai salah satu sarana Djoko mencuci uangnya.

"Ya kalau setelah rumah, tanah, SPBU, ada mobil mewah, pasti kita telusuri," ujar juru bicara KPK Johan Budi pada Tempo, Selasa, 12 Maret 2013. Tapi Johan mengaku harus mengecek dulu kebenaran penelusuran mobil mantan Kepala Korps Lalu Lintas itu. "Nanti saya cek," katanya.

Sementara itu, sumber Tempo menyebut KPK akan menelusuri mobil-mobil Djoko. "Ya benar, KPK segera telusuri mobil-mobil mewah Djoko setelah rumah," katanya. Tapi berapa jumlah mobil mewah yang diperiksa, masih belum jelas.

Sumber lain menyebut, mobil mewah milik Djoko yang sedang ditelusuri KPK baru dua saja. Tapi jumlah tersebut bisa saja bertambah.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan tersangka kasus simulator kemudi, Djoko Susilo, juga dijerat dengan pasal pencucian uang. Bekas Kepala Korps Lalu Lintas Polri itu diduga menyamarkan hasil korupsinya dengan menginvestasikannya pada suatu rumah-rumah mewah.

Kemarin, KPK mengumumkan sudah menyita 20 aset Djoko, termasuk tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia juga mepublikasikan temuannya, yakni sejumlah tanah dan rumah milik Djoko di kota kelahirannya, Madiun, diperkirakan senilai Rp 15 miliar.

FEBRIANA FIRDAUS

Berita Lainnya:

Ahok Tak Setuju Hercules Main Hakim Sendiri

Prabowo Akui Diam-diam Sering Bertemu SBY  

Daud Kei Jenguk Hercules di Tahanan Polda  

'Bisnis Mari Bergaul' Jadi Pintu Pencucian Uang  

Pekerja Ruko Bersyukur Kelompok Hercules Ditangkap

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.