KPK Bakal Periksa Kekayaan Calon Gubernur Riau

Pekanbaru (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi bakal memeriksa aset kekayaan calon Gubernur Riau periode 2013-2018 sebagai langkah lanjutan dari nota kesepahamanan antara KPK dengan Komisi Pemilihan Umum.

"Memang seperti itu. Nantinya hasil pemeriksaan atas aset kekayaan calon-calon gubernur termasuk Riau dilaporkan ke KPK. KPK kemudian akan melakukan verifikasi atau pemeriksaan," kata Juru Bicara KPK Johan Budi kepada ANTARA per telepon, Jumat.

Menurut dia, hal itu juga sesuai dengan undang-undang tentang penyelenggaraan pemilihan umum.

Dia mengatakan, KPK hanya memeriksa kelengkapan laporan harta kekayaan yang diserahkan. "Bukan menelusuri satu per satu harta yang dilaporkan. Sesuai undang-undang, berbeda antara kewajiban pejabat negara untuk melaporkan hartanya dengan kewajiban sebagai calon kepala daerah," katanya.

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Riau terprogram bakal dilaksanakan pada 2013.

Ragam spanduk yang memampangkan sejumlah bakal calon Gubernur Riau telah terpajang di sejumlah wilayah kabupaten dan kota di Riau.

Beberapa di antaranya yakni Wakil Gubernur Riau H Mambang Mit yang dilaporkan bakal maju sebagai calon orang nomor satu di provinsi berjuluk "Bumi Melayu Lancang Kuning".

Kemudian Bupati Kabupaten Rokan Hulu Achmad yang dikabarkan juga bakal maju sebagai calon Gubernur Riau periode 2013-2018.

Kedua nama yang masih menjabat sebagai wakil dan kepala daerah ini dikabarkan juga berebut "perahu" partai politik yang sama, Partai Demokrat.

Selain itu, juga muncul nama Annas Maamun. Pria berusia lebih dari 72 tahun yang juga mantan guru ini masih menjabat sebagai Bupati Rokan Hilir.

Annas dikabarkan bakal maju dengan menggunakan "perahu politik" Partai Golkar. Dia telah menempati posisi sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Partai Golkar Riau.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.