KPK Berencana Kembali Periksa Bos PT Siantar Top

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana kembali melakukan pemeriksaan terhadap Presiden Direktur PT Siantar Top, Shindo Sumidomo, terkait kasus dugaan korupsi pada penjualan tanah milik PT Barata Indonesia.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, sebelumnya KPK sudah pernah memeriksa Shindo Sumidomo, namun KPK masih membutuhkan keterangan dari pengusaha tambang Sulawesi Tenggara itu. "Dia diperiksa karena penyidik menilai ada keterkaitannya," katanya.

Johan menambahkan bukan tidak mungkin ada tersangka baru seiring berjalannya proses penyidikan, namun saat ditanya apakah benar Presdir PT Siantar Top itu sebagai makelar dalam kasus ini, ia tidak menjawab.

Sebelumnya, KPK telah menahan tersangka Mahyudin Harahap, yang menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) di PT Barata Indonesia. Dalam kasus jual beli tanah tersebut, KPK menduga ada kerugian negara sekitar Rp 21 miliar. Shindo dimintai keterangan untuk tersangka Mahyudin Harahap yang sudah ditahan. "Nanti saya kabari lagi kalau ada perkembangan," ujarnya.

Seperti diketahui telah memanggil pendiri sekaligus Presiden Direktur (Presdir) PT Siantar Top Tbk, Shindo Sumidomo alias Asui, pada 19 Julilalu. Pemeriksaan bos perusahaan biskuit dan makanan kecil di Sidoarjo tersebut ditengarai mengetahui permasalahan penjualan tanah PT Barata Indonesia di Jalan Raya Ngagel 109, Wonokromo Surabaya, Jawa Timur seluas 57.800 meter persegi.

Diketahui, pria yang akrab disapa Asui juga merupakan salah satu pemilik saham di PT Semesta Nustra Distrindo. Dia juga pemilik saham mayoritas di PT Panca Logam Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas di Bombana, Sulawesi Tenggara. Asui juga pernah dihadirkan oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara untuk memberikan keterangannya di Pengadilan Negeri (PN) Kendari dalam kasus penggelapan dana PT. PLM sebesar Rp 27,4 miliar.[bay]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.