KPK beri isyarat bakal panggil Jero Wacik

MERDEKA.COM. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kasus suap yang diduga melibatkan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini tidak hanya melibatkan satu orang. Oleh sebab itu, untuk mengungkap kasus, tidak menutup kemungkinan, Menteri ESDM Jero Wacik juga bakal dipanggil KPK untuk memberikan keterangan.

"Tak menutup kemungkinan (Jero Wacik dipanggil)," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas usai upacara HUT RI ke-68 di KPK ketika ditanya soal kemungkinan pemanggilan Jero Wacik, Jakarta, Sabtu (17/8).

Menurut Busyro, SKK Migas yang merupakan ganti baju dari BP Migas rawan sekali terjadinya korupsi dan suap.

"Begini, karakter korupsi itu sistemik. Karakternya pada dasarnya, tak ada pelaku korupsi 1 orang. Apalagi sektor Migas. Korupsi politik tak mungkin 1 atau 2 orang. Di situ ada kebijakan yang dirumuskan. Kalau kebijakan melanggar hukum, maka yang membuat dan sampai puncak pimpinan, kewajiban KPK memanggil," terang Busyro.

Jika kasus suap Rudi pada nantinya berkaitan dengan kebijakan yang diambil, maka Busyro menegaskan KPK akan segera masuk ke dalam sistem SKK Migas.

"Kalau kebijakan yang dirumuskan ada indikasi melanggar hukum maka yang terbitkan kebijakan itu siapa? kalau itu ke atas, ke kementeriannya, akan menjadi prinsip KPK panggil yang bersangkutan," tegasnya.

Sebelumnya juga telah diberitakan, Menteri ESDM Jero Wacik membantah tak terlibat dalam kasus suap yang diduga melibatkan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Jero mengaku siap diperiksa KPK dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum.

"Saya yakin clear. Saya ini sudah sembilan tahun jadi menteri, jadi tidak pernah memerintahkan macam-macam," terang Jero di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8).

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat ini mengaku awalnya tak mengetahui Rudi telah ditangkap KPK. Sesaat setelah tiba di kantor, Jero mengaku sempat rehat sejenak sembari membaca dokumen-dokumen yang ada di atas meja kerjanya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.