KPK berikan tiga strategi pencegahan korupsi kepada ASN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan tiga strategi pencegahan korupsi kepada pejabat aparatur sipil negara (ASN) beserta keluarganya di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Direktur Jejaring Pendidikan KPK Aida Ratna Zulaiha dalam keterangan pers di Surabaya Selasa mengatakan strategi yang pertama yaitu strategi pendidikan yang dilakukan dalam rangka menanamkan nilai supaya orang tidak ingin atau tidak mau korupsi.

"Kedua adalah strategi pencegahan dilakukan melalui upaya pencegahan dan perbaikan sistem supaya orang tidak bisa korupsi," katanya di sela kegiatan bimtek pencegahan korupsi.

Ketiga, lanjut Aida, adalah strategi penindakan dilakukan melalui proses penanganan perkara mulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan hingga eksekusi supaya orang kemudian takut dan jera.

"Jadi kenapa KPK melakukan kegiatan pendidikan anti korupsi ini, untuk selalu mengingatkan tentang pentingnya nilai-nilai integritas agar selalu ditanamkan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga menjadi bagian dari perilaku anti korupsi,” ujarnya.

Melalui kegiatan bimtek keluarga berintegritas ini, Aida berharap dapat menumbuhkan dan melaksanakan kembali nilai-nilai integritas dalam kehidupan keluarga.

“Mengingatkan keluarga kita untuk saling mengingatkan saling peduli dan menyayangi hidup rukun, harmonis, serta dapat membimbing dan membesarkan anak-anak dengan penuh kasih sayang dan menanamkan nilai-nilai moral yang baik,” tuturnya.

Aida berpesan setiap istri atau suami harus kritis pada pendapatan pasangannya yang menjadi pejabat di luar gaji dan tidak menuntut secara berlebihan agar terhindar dari perilaku korupsi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir secara langsung membuka Bimtek secara khusus menyampaikan apresiasi kepada KPK.

Menurutnya bimtek sangat penting sebagai langkah preventif dan edukatif anti korupsi berbasis keluarga.

“Ini pola yang sangat bagus. Pejabat laki-laki membawa istrinya dan yang perempuan membawa suaminya. Pola ini dilakukan agar sama-sama bisa saling memahami betapa pentingnya menjaga integritas berbasis keluarga untuk menghindari perilaku koruptif,” ucapnya.

Dengan tema "Mewujudkan Keluarga Antikorupsi Melalui Penanaman Nilai-Nilai Integritas", Khofifah berharap kegiatan ini bisa dilakukan rutin atau berkala.

"Ini penting, sebab integritas dalam diri seseorang harus terus menerus dipompa dan diinjeksi demi menghindari adanya distorsi," tuturnya.