KPK buru terus pembocor draft sprindik Anas

MERDEKA.COM. Komisi Pemberantasan Korupsi tetap mengusut pembocor dokumen Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (sprindik), yang di dalamnya tertulis nama Anas Urbaningrum. Dari hasil pengusutan tim Pengawas Internal dan Pengaduan Masyarakat, lembaga anti-korupsi itu mengakui dokumen itu asli.

"Ada dugaan salinan dokumen yang beredar adalah dokumen milik KPK. Maka tim investigasi mengusulkan kepada pimpinan KPK menindaklanjuti temuan yang sudah dilakukan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi S.P., dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kamis (21/2).

Menurut Johan, atas hasil temuan itu, pimpinan memutuskan membentuk komite etik. Dia melanjutkan, pembentukan komite etik ini untuk lebih memastikan apakah pembocor dokumen itu berasal dari dalam KPK atau bukan. Pernyataan Johan ini menyiratkan seolah pembocor itu dari kalangan pimpinan. Pasalnya, beberapa waktu lalu, Johan mengatakan jika pembocor dari kalangan karyawan, maka dibentuk Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP), bukan komite etik.

Meski begitu, hasilnya akan diketahui setelah Komite Etik dibentuk dan selesai melaksanakan tugasnya. Nantinya, Komite Etik akan didominasi kalangan luar KPK.

"Anggota bisa lima sampai tujuh orang. Yang pasti kalangan eksternal lebih banyak dibanding internal," lanjut Johan.

Johan menambahkan, bagi pegawai KPK yang terbukti membocorkan dokumen, maka hukuman berat siap menanti. Sanksinya mulai dari penurunan pangkat atau golongan, teguran tertulis, surat peringatan, atau paling berat dipecat. Sementara jika pelanggaran terjadi di level pimpinan, maka Komite Etik yang menentukan hukuman diterima.

Terakhir, Johan memastikan pengusutan kebocoran sprindik tidak bakal mengganggu gelar perkara Hambalang, yang rencananya diadakan besok. Dia bahkan berani menjamin hasil pengusutan tim pengawas internal tidak akan mempengaruhi hasil ekspose yang banyak dinantikan itu.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.