KPK Cecar Hotma Sitompul Soal Uang dari Tersangka Suap Bansos

Syahrul Ansyari, Edwin Firdaus
·Bacaan 1 menit

VIVA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi rampung memeriksa pengacara senior Hotma Sitompul sebagai saksi kasus suap pengadaan bantuan sosial COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek yang telah menjerat mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara, pada Jumat petang.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan pada pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Hotma mengenai pembayaran fee lawyer menangani persoalan hukum di Kementerian Sosial saat dipimpin Juliari.

"Hotma Sitompul, pengacara, didalami oleh tim penyidik KPK mengenai pengetahuannya terkait dengan adanya pembayaran sejumlah uang sebagai "fee lawyer" karena adanya bantuan penanganan perkara hukum di Kemensos saat itu," kata Ali Fikri kepada awak media, Jumat malam, 19 Februari 2021.

Baca juga: Hotma Sitompul Ungkap Alasan Mondar-mandir di Kemensos

Ali tak menjelaskan lebih jauh mengenai perkara hukum di Kemensos yang ditangani Hotma. Ali hanya menyebutkan pembayaran fee lawyer itu diduga diberikan oleh Ali Wahyono, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos yang kini menyandang status tersangka penerima suap bersama Juliari.

"Pembayaran "fee lawyer" tersebut diduga diberikan oleh tersangka AW (Adi Wahyono)," kata Ali.

Sementara usai diperiksa KPK, Hotma justru berdalih diperiksa penyidik mengenai aktivitasnya yang beberapa kali ke Kantor Kemensos. Namun, kepada awak media, Hotma tidak menyinggung mengenai perkara hukum di Kemensos yang ditanganinya seperti yang disebut Ali.

Hotma mengklaim kehadirannya di Kemensos lantaran diminta Juliari untuk membantu seorang anak di bawah umur yang tiga kali menjadi korban perkosaan.

"Jadi pak Menteri (Juliari Batubara) sangat perhatian pada kasus itu, dimintalah membantu di saat bansos-bansos ini. Saya mondar-mandir di Kemensos. Ya itu saja. Saya jelaskan semua demi kepentingan anak di bawah umur. Di mana pak menteri menaruh perhatian terhadap anak di bawah umur ini," kata Hotma.