KPK Dalami Wanita Lain Penerima Duit Fathanah

TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan pendalaman atas keterlibatan wanita-wanita lain penerima aliran dana dan hadiah dari tersangka kasus suap impor daging sapi, Ahmad Fathanah. Sebelumnya, KPK sudah memanggil pesinetron Ayu Azhari terkait dugaan aliran uang dari Fathanah.

"Ini masih kami kembangkan," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi S.P., Jumat, 3 Mei 2013. Dia tidak menampik jika nantinya Komisi memanggil pesohor ataupun perempuan lain yang pernah menerima duit kawan dekat bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq itu

Johan juga mengumumkan bahwa Ayu Azhari mengembalikan duit dari Fathanah senilai Rp 20 juta dan US$ 1.800 atau sekitar Rp 18 juta. "Uang itu sebagai panjer kalau dia manggung," kata Johan.

Selain itu, KPK juga menyita mobil Honda Jazz bernomor B 15 VTA atas nama Andi Novitasari. Mobil berwarna putih itu kini sudah terparkir di Gedung KPK. "Disita sejak kemarin," kata dia.

Sumber Tempo menyebutkan, masih ada beberapa wanita lain yang diduga menerima aliran uang dari Ahmad Fathanah. Namun, KPK sendiri belum menjadwalkan pemanggilan terhadap perempuan-perempuan tersebut.

Kasus suap impor daging sapi terungkap saat komisi antikorupsi menangkap orang dekat bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, di Hotel Le Meredien, Jakarta, pada 29 Januari lalu. Fathanah diduga menerima duit Rp 1 miliar dari Direktur dan pemilik PT. Indoguna Utama selaku importir daging, yaitu Juard Effendi dan Arya Abadi Effendi.

Duit itu rencananya akan diberikan kepada Luthfi guna mendapatkan kuota impor daging. Saat itu, KPK juga mencokok Juard dan Arya. Esoknya, mantan anggota DPR itu ditangkap KPK. Belakangan KPK juga mengusut dugaan pidana pencucian uang yang dilakukan Luthfi dan Fathanah.

SUBKHAN

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.