KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi Dana Otsus dan PON Papua

·Bacaan 1 menit

VIVA – Koordinator Loyalis Partai Golkar (LPG) Feri R mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) demi memberikan dukungan terhadap KPK agar menuntaskan sejumlah persoalan konspirasi besar kasus dugaan korupsi dana otonomi khusus (otsus) Papua yang merugikan negara sampai triliunan rupiah.

Feri mengatakan bahwa hasil temuan Intel Mabes Polri ada kerugian negara dalam penyalahgunaan dana otsus kurang lebih Rp1,8 triliun. Belum lagi ada temuan 80 transaksi mencurigakan yang tidak sesuai dengan ketentuan anggaran oleh PPATK sehingga KPK perlu memanggil Gubernur Papua yang diduga ikut serta terlibat dalam konspirasi besar korupsi dana Otsus di Papua.

"KPK diharapkan juga bisa menurunkan tim segera ke Papua untuk monitoring/ investigasi sejumlah dugaan penyalahgunaan dana Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralamik Nasional (Peparnas) XVI di Papua sebesar Rp1,7 triliun dari APBD karena sejumlah Infrastruktur yang dibangun sepertinya tidak sesuai dengan peruntukannya dan tidak adanya keterbukaan transparansi anggaran penyelenggaran PON XX yang dikelola oleh Panitia Besar (PB) PON Papua ruang Publik selama ini," kata Feri, Jumat, 27 Agustus 2021.

Lebih lanjut, ia menuturkan, sudah saatnya KPK menyelesaikan persoalan konspirasi besar dugaan korupsi di Pemda Papua yang sangat merugikan rakyat Papua. Padahal pemerintahan pusat sudah memberikan banyak sejumlah anggaran otsus.

"Namun ternyata disalahgunakan sama elit pejabat pemda Papua dan akhirnya rakyat Papua menjadi korban. Miris mendengarnya semoga KPK bisa hadir cepat di tanah Papua," kata Feri.

Baca juga: Kejagung Laporkan Ratusan Kasus Dugaan Korupsi Dana Otsus Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel