KPK Duga Mantan Penyidiknya Jual Nama Pimpinan untuk Tipu Pejabat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga mantan penyidiknya Stepanus Robin Pattuju (SRP) menjual nama pimpinan untuk menipu pejabat yang terlibat tindak pidana korupsi.

Salah satu pejabat yang tertipu oleh Robin yakni Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Robin sengaja melakukan demikian lantaran memiliki tanda pengenal sebagai penyidik di KPK. Padahal, Robin bukan penyidik yang ditugaskan menangani kasus korupsi di Tanjungbalai.

"Karena faktanya SRP bukan satgas yang menangani perkara tersebut. Namun karena pihak lain percaya bahwa yang bersangkutan bisa membantu amankan perkara di KPK maka terjadilah dugaan transaksi dimaksud," ujar Ali dalam keterangannya, Rabu (13/10/2021).

Ali mengatakan, seluruh perkara yang diklaim bisa tangani Robin hingga kini masih berproses di KPK. Ali menegaskan, perkara yang diklaim Robin tersebut tak dihentikan penanganannya.

Ali menegaskan, penanganan perkara di KPK sangat berlapis dan ketat, dengan melibatkan banyak personil dari berbagai tim lintas satgas maupun unit, baik penyelidikan, penyidikan, maupun penuntutan. Sistem tersebut membuat seseorang tidak mungkin mengatur sebuah perkara.

"Artinya dalam satu tim saja sangat mustahil dapat mengondisikan perkara agar tidak berlanjut, terlebih sampai pada tingkat direktorat, kedeputian, bahkan sampai pimpinan. Karena kontrol perkara dipastikan juga secara berjenjang dari satgas, direktorat, kemudian kedeputian penindakan sampai dengan lima pimpinan secara kolektif kolegial," kata Ali.

Pernyataan Firli

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Pol Firli Bahuri menegaskan pimpinan lembaga antirasuah tak ada yang terlibat dalam kasus dugaan suap terhadap mantan penyidik KPK asal Polri Stepanus Robin Pattuju.

"Tidak ada internal yang terlibat dalam perbuatan SRP (Stepanus Robin Pattuju) termasuk atasannya (pimpinan KPK)," ujar Firli dalam keterangannya, Selasa (12/10/2021).

Firli mengklaim Robin bermain sendiri dalam penanganan perkara korupsi yang ditangani KPK. Menurut Firli, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi termasuk pihak internal untuk membongkar suap terhadap Robin.

"Tidak ada bukti bahwa atasannya terlibat perkara SRP," kata Firli.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel