KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Bogor Ade Yasin

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Kamis (28/4).

Informasi yang dihimpun, tim yang mengendarai tiga unit mobil Toyota Innova itu, datang ke Kabupaten Bogor untuk menggeledah Kantor Dinas PUPR sekitar pukul 09.00 WIB, kemudian mengarah ke kantor BPKAD sekitar pukul 13.00 WIB.

Terakhir, sekitar pukul 16.15 WIB, tim menggeledah Pendopo Bupati sekaligus menjadi rumah dinas yang ditinggali Ade Yasin bersama keluarga, sejak dilantik menjadi Bupati Bogor pada Desember 2018.

Tim KPK keluar dari pendopo sekitar pukul 16.55 WIB dengan membawa tiga buat tas koper besar, satu berwarna merah dan dua berwarna hitam, lalu dinaikkan ke dalam mobil. Lantas, rombongan pergi meninggalkan pendopo.

Sementara Kasubag Rumah Tangga Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Dadan Nurdiansyah yang keluar dari pendopo bupati, membenarkan jika ada tim dari KPK datang menggeledah dan membawa sejumlah barang atau dokumen.

"Iya tapi maaf saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh. Maaf bukan kewenangan saya," kata Dadan sambil berlalu.

Penjelasan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mengusut kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Kabupaten Bogor, Ade Yasin. Kali ini dengan melakukan penggeledahan di sejumlah tempat pada lingkungan Pemkab Bogor.

"Saat ini masih berlangsung. Penggeledahan di beberapa tempat di lingkungan Pemkab Bogor," ujar Plt Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, saat dikonfirmasi, Kamis (28/4).

Ali mengatakan jika penggeledahan ini dilakukan guna mencari bukti tambahan kasus dugaan suap laporan keuangan yang menyeret sejumlah pegawai Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Kendati demikian, Ali masih enggan untuk merincikan lokasi penggeledahan karena proses masih berlangsung dan apabila sudah selesai akan secepatnya disiarkan terkait hasilnya.

"Saat ini kegiatan masih berlangsung. Akan kami informasikan lebih lanjut," ujarnya.

KPK Tetapkan Ade Yasin Tersangka

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Bogor Ade Yasin sebagai tersangka dugaan suap pengurusan audit laporan keuangan Pemkab Bogor tahun anggaran 2021. Ade Yasin menjadi tersangka bersama sejumlah pihak lain.

Para tersangka lain adalah MA (Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor), IA (Kasubdit Kas Daerah BPK), AD Kabupaten Bogor, dan RT (PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor).

KPK juga menetapkan empat pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat yang menjadi tim auditor pemeriksa laporan keuangan Pemkab Bogor. Di antaranya,Anthon Merdiansyah (Kasub Auditor IV Jawa Barat 3 Pengendali Teknis),Arko Mulawan (Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor),Hendra Nur Rahmatullah Karwita (Pemeriksa), danGerri Ginajar Trie Rahmatullah (Pemeriksa).

"KPK selanjutnya melakukan penyelidikan dan menemukan adanya bukti permulaan yang cukup yang kemudian meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka, pemberi AY (Ade Yasin) Bupati Kab. Bogor periode 2018 s/d 2023," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi persnya, Kamis (28/4).

Ade Yasin bersama Maulana Adam, Ihsan Ayatullah, Rizki Taufik disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Ade Yasin akan menjalani penahanan di Rutan Polda Metro Jaya selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 April 2022 sampai dengan 16 Mei 2022. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel