KPK Ingatkan Hadiah untuk Instansi Dicatat Jadi Milik Negara

Dusep Malik, Edwin Firdaus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK mengaku telah menerima penjelasan dari Kantor Staf Presiden (KSP) mengenai pemberian atau gratifikasi sepeda lipat edisi Sumpah Pemuda. KSP menyebut hadiah itu bukan untuk individu, melainkan untuk instansi KSP.

Terkait masalah itu, Plt Juru Bicara pencegahan KPK Ipi Maryati mengingatkan agar pemberian sepeda lipat tersebut dicatat sebagai Barang Milik Negara (BMN).

"Setelah itu, agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan institusi dalam pelaksanaan tugas yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Ipi kepada awak media, Kamis, 29 Oktober 2020.

Ipi menegaskan bahwa pemberian atau sumbangan yang diberikan untuk instansi bukanlah gratifikasi. Maka tak wajib dilaporkan kepada KPK. Namun jika pemberian itu ditujukan kepada individu, maka harus dilaporkan karena masuk kategori gratifikasi.

"Gratifikasi ilegal bila berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajiban. Karenanya, wajib dilaporkan kepada KPK," kata Ipi.

Ipi merincikan, gratifikasi ilegal memiliki dua dimensi, yaitu pencegahan dan penindakan. Jika penyelenggara negara atau pegawai negeri melaporkan penerimaan gratifikasi dalam waktu 30 hari kerja, maka gugur ancaman pidananya.

Sebaliknya, jika tidak melaporkan dan terbukti menerima, maka sanksi pemidanaan sebagaimana diatur dalam pasal 12 B UU Pemberantasan Korupsi bisa diterapkan.

Namun demikian, Ipi mengimbau sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi, KPK minta kepada institusi yang menerima hadiah, sumbangan, hibah, atau filantropi dari masyarakat agar mengadministrasikan dan mempublikasikan penerimaan serta pemanfaatannya.

"Hal ini sejalan dengan PMK No 99 Tahun 2017 tentang Administrasi Pengelolaan Hibah," imbuhnya.