KPK Ingatkan Pegawai Pemerintah Tidak Pakai Mobil Dinas Buat Mudik Lebaran

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan pejabat negara, baik pusat dan daerah tidak menggunakan fasilitas dinas seperti mobil untuk kepentingan di luar tugas dan pekerjaan. Termasuk untuk aktivitas mudik Lebaran.

"Imbauan kepada pimpinan kementerian/lembaga/pemerintah daerah (KLPD) serta BUMN/BUMD agar melarang penggunaan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi," kata Plt Juru Bicara bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati, melalui pesan singkatnya, Rabu (20/4).

KPK menegaskan, penggunaan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi dapat menimbulkan konflik kepentingan. Serta bertentangan dengan peraturan, dan memiliki risiko sanksi pidana.

"KPK menyampaikan imbauan ini melalui Surat Edaran No 09 Tahun 2022 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi terkait Hari Raya," jelas Ipi.

Jangan Sampai Ada Penyalahgunaan Fasilitas

Ipi menjelaskan, surat edaran dikeluarkan KPK sebagai upaya pencegahan agar para pegawai di lingkungan KLPD maupun BUMN/BUMD terhindar dari risiko penyalahgunaan fasilitas tersebut.

"KPK mengapresiasi Pimpinan Kementerian/Lembaga/Organisasi/Pemerintah Daerah dan BUMN/D yang telah menerbitkan surat edaran atau aturan internal yang melarang penggunaan fasilitas dinas untuk kepentingan di luar kedinasan bagi kalangan internalnya," tutur Ipi.

Untuk diketahui, larangan penggunaan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi juga tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 87 Tahun 2005 tentang Pedoman Peningkatan Pelaksanaan Efisiensi, Penghematan dan Disiplin Kerja. Peraturan itu menegaskan bahwa fasilitas dinas seharusnya hanya digunakan untuk kepentingan dinas dan dibatasi hanya pada hari kerja.

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel