KPK jadikan Bali pionir wujudkan budaya antikorupsi di Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan Bali sebagai pionir untuk mewujudkan budaya antikorupsi di Indonesia karena provinsi ini mempunyai komitmen antikorupsi pada kinerja dan berbagai layanan di pemerintahan.

Oleh karena itu, KPK memusatkan rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) untuk wilayah kerja KPK di Indonesia bagian tengah dan timur di Bali pada 24–26 November 2022.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat membuka Road to Harkodia 2022 di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Bali, Kamis, menjelaskan budaya antikorupsi merupakan salah satu pilar penting yang dapat mencegah aksi rasuah.

“Kami ingin Bali menjadi pionir bagaimana mendoakan agar wilayah Bali ini bebas korupsi. Ini penting karena KPK dari 2004 didirikan sampai 2022 sudah sekitar 1.437 orang (ditangkap korupsi). Itu belum update bulan ini. Sekarang mungkin 1.465. Tetapi apa yang terjadi, ditangkap satu, diganti pejabatnya entah itu kepala dinas, sekretaris daerah, bupati, wali kota, gubernur apa kemudian berubah,” kata Nurul Ghufron saat memberi sambutan.

Ia menilai penangkapan pelaku korupsi tidak menyurutkan niat dan perilaku korupsi oknum pejabat publik.

“Bahkan ada daerah, provinsi, kabupaten, dan kota yang hattrick, tiga kali berturut-turut,” katanya.

Baca juga: KPK gelar FGD bahas kewenangan pengambilalihan perkara korupsi
Baca juga: KPK apresiasi capaian MCP pemerintah daerah di Bali

Oleh karena itu, ia menyampaikan antikorupsi tidak dapat diberantas hanya dengan penindakan atau penangkapan, tetapi harus ada pendekatan kebudayaan.

“KPK hadir melaksanakan Harkodia di Bali salah satunya ingin memberi budaya baru dan warna baru bahwa Pemerintah Indonesia ke depan bukan berbudaya korupsi melainkan berbudaya antikorupsi,” kata Nurul Ghufron.

KPK pada Road to Harkodia 2022 menggelar rangkaian acara, seperti diskusi panel, seminar, lokakarya (workshop), pertunjukan seni, dan aktivitas olahraga yang bertemakan antikorupsi.

Hari pertama Harkodia 2022, Kamis, rangkaian acara berlangsung di Badung dan Denpasar, di antaranya seminar pencegahan korupsi bagi badan usaha, seminar peran MCP ("Monitoring Centre for Prevention") dalam pencegahan korupsi dan perbaikan tata kelola layanan publik, dan workshop LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara).

Kemudian, pada hari kedua, Road to Harkodia 2022 diisi seminar mengenai peran perempuan dalam pencegahan korupsi, seminar penertiban, pemulihan, dan penyelamatan aset pemerintah, seminar perbaikan tata kelola lembaga perkreditan desa, workshop pelajar antikorupsi, dan seminar tentang inovasi dan optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah.

Rangkaian Road to Harkodia 2022 di Bali ditutup pada Sabtu (26/11) dengan kegiatan senam antikorupsi di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, dan di Alun-Alun Kabupaten Gianyar.