KPK Kembali Periksa Tiga Saksi Hambalang  

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memanggil tiga saksi kasus dugaan korupsi Gedung Olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 19 September. Mereka adalah Sera Suryana Ruyaman dari Kementerian Pekerjaan Umum, Edi Nurinda Susila dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Teuku Bagus Mohammad Noor selaku Direktur Operasional PT Adhi Karya.

"(Mereka) Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DK (Deddy Kusdinar)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di kantornya.

Namun,, hingga siang ini, mereka belum terlihat di KPK. Priharsa belum tahu apakah mereka bersedia untuk datang atau tidak.

Kasus ini telah menyeret Deddy Kusdinar sebagai tersangka pertama. Deddy, yang kala itu menjadi Pejabat Pembuat Komitmen, diduga telah menyalahgunakan kewenangan dengan menggelembungkan anggaran. Tindakannya diduga menimbulkan kerugian negara dalam proyek berbiaya Rp 1,077 triliun tersebut.

Bersamaan penetapan tersangka itu, Direktorat Jenderal Imigrasi, atas permintaan KPK, telah mencegah tiga orang konsultan Hambalang, yakni Direktur CV Rifa Medika Lisa Lukitawati, Direktur PT Ciriajasa Cipta Mandiri Aman Santoso, dan Direktur PT Yodha Karya YudiWahyono.

TRI SUHARMAN

Berita Terkait

Dana Proyek Hambalang Ditahan DPR

Anggaran Hambalang Melonjak Karena Konsep Berubah

Data Bor Tanah Hambalang Perlu Dicek

Panja Hambalang Kecewa Menpora Tak Hadir

Proyek Hambalang Dipastikan Molor

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.