KPK Kembalikan Rp 2,713 Triliun Uang Korupsi ke Negara Selama 8 Tahun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan konsisten mengupayakan pemulihan keuangan negara dari penanganan perkara tindak pidana korupsi. Selama delapan tahun, KPK mengklaim telah menyerahkan uang hasil korupsi ke kas negara sebesar Rp 2,713 triliun.

"KPK tercatat terus konsisten mengoptimalkan asset recovery melalui pendekatan strategi penindakan," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (3/1/2022).

Ali merinci, pada 2014 KPK menyetorkan Rp 107 miliar, 2015 sebesar Rp 193 miliar. Kemudian tahun 2016 sebesar Rp 335 miliar, 2017 sebesar Rp 324 miliar. Pada 2018 sebesar Rp 600 miliar, 2019 Rp 468 miliar.

KPK juga menyetorkan uang Rp 294 miliar ke kas negara pada 2020. Terakhir, lembaga antikorupsi menyetorkan uang Rp 374 miliar ke kas negara pada 2021. Jika ditotal, selama delapan tahun KPK mengembalikan Rp 2,713 triliun.

"Dari data tersebut terlihat bahwa jumlah asset recovery KPK tahun 2021 mengalami peningkatan jika kita bandingkan dengan capaian tahun sebelumnya (2020), yakni sebesar Rp 80 miliar atau 27 persen," ujar Ali.

Ali mengatakan pihaknya bakal terus memaksimalkan pemulihan keuangan negara dari tindak pidana korupsi demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Karena asset recovery KPK akan menjadi PNBP (penghasilan negara bukan pajak) sebagai salah satu sumber pembiayaan negara dalam membangun bangsa, negara, demi mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia," kata Ali.

Sita Uang Rp 100 Miliar

Terakhir, KPK menyita uang Rp 100 miliar terkait kasus dugaan korupsi yang dilakukan PT Merial Esa. PT Merial Esa merupakan tersangka korporasi dalam kasus dugaan korupsi terkait pembahasan dan pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) dalam APBN-P pada 2016 untuk Badan Keamanan Laut (Bakamla).

"Tim penyidik dalam proses penyidikan ini, telah menyita uang sekitar Rp 100 miliar yang berada di beberapa rekening bank yang diduga terkait dengan perkara," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (3/1/2022).

Ali mengatakan uang tersebut masih dalam penyitaan tim penyidik. Nantinya lembaga antirasuah akan menyerahkan uang itu ke kas negara sebagai bagian dari pemulihan keuangan negara.

"Diharapkan uang yang disita tersebut bisa dijadikan sebagai bagian dari aset recovery dari tindak pidana dimaksud," kata Ali.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel