KPK kepada Pemuka Agama: Kalau Khotbah Agak Keras Dikit Lah Soal Bahaya Korupsi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Permasalahan korupsi hingga kini masih kerap menyelimuti Indonesia mulai dari kasus suap, gratifikasi, dan kerugian negara. Atas hal itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun melakukan beragam upaya untuk meminimalisir tindakan korupsi tersebut.

Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan menjelaskan bagaimana cara untuk mencegah terjadi tindakan korupsi, KPK memulainya dari hal yang mendasar yaitu individu dengan berkerja sama kepada para pemuka agama dalam memberikan dakwah.

"Pertama kolaborasi dengan pemuka agama kita datang ke MUI, PGI, Hindu Dharma, Walubi. Kita datang, ayo dong kasih lah kalau khotbah ibadah agak sedikit keras dikit lah gitu kan. Jangan nyumbang duit ibadah dari hasil korupsi," ucap Pahala saat workshop anti korupsi secara virtual, Selasa (14/9).

Menurutnya, peran pemuka agama sangatlah penting dalam rangka pencegahan. Karena pemuka agama sangat berpengaruh dalam memberikan nasihat-nasihat kepada umat pengikutnya.

"Itu real bener kalau mau integritas individu kuat, pemuka agama berkontribusi dalam bentuk mengingatkan rumah ibadah tidak perlu bantuan Anda kalau duitnya dari korupsi," ujarnya.

Selain bekerja sama dengan para pemuka agama, Pahala juga melakukan sejumlah program penguatan integritas pada lingkup keluarg sebagai langkah pencegahan tindakan korupsi.

"Siapa juga kepala keluarga yang bangga bawa pulang harta banyak kalau keluarganya tidak diapresiasi. Tapi siapa juga yang nggak kerja keras kalau dari rumah menuntut ini gimana sih masa deputi gini-gini aja. Jadi keluarga itu penting. Suami, istri, anak untuk ikut mencegah di level individupenguatan integritas," jelasnya.

Langkah lainnya, kata Pahala, KPK juga turut memperhatikan terkait remunerasi atau uang kompensansi nontunai kepada para pekerja. Hal itu penting, karena banyak upaya pencegahan gagal akibat remunerasi kepada pekerja yang tidak cukup.

"Untuk itu kita kerja dengan Kemenpan RB, Kemenkeu, KASN Ini gimana gitu supaya pelayanan publik senyum tulus. Tak mungkin tulus kalau gajinya cuman gaji pokok aja," jelasnya

"Dulu zamanya Pak Ateh, kita bilang naikin dong tukinnya (Tunjangan Kerja) supaya biar lebih tulus. Datang ke Kemenkeu anggaranya enggak ada. Ya jadi itu level individu," lanjutnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Pencegahan dalam Sistem Pemerintahan

Gedung KPK (Liputan6/Fachrur Rozie)
Gedung KPK (Liputan6/Fachrur Rozie)

Selain itu, Pahala juga menyampaikan jika KPK juga melakukan pencegahan pada tahap sistem pekerjaan di pemerintahan dengan memeriksa dan mengecek setiap administrasi yang ada, untuk nantinya menjadi bahan rekomendasi.

"Jadi boleh KPK melihat sistem administrasi pemerintahan memberi rekomendasi buat perbaikan di konteks pemberantasan korupsi. Jadi agak beda dikit dengan audit," ujarnya.

Karena, menurut Pahala tidak ada pencegahan korupsi yang bisa berhasil tanpa adanya penguatan integritas dari individu, sistem, sampai lingkungan pada pemerintahan.

"Tadi saya ingat sebelum ke sini Pak Ketua BPK bilang bikin lingkungan yang orangnya engga korup. Sekarang lingkungan kita belum banget, belum. Di sistem juga sama beberapa sistem diperbaiki, sistem yang lain belum," jelasnya.

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel